Berburu Kapal Hantu Pembawa Dua Ton Sabu

Kapal patroli Bea Cukai, BC 20003, yang bersama BC 20007, serta Patkamla Gardera dari Lantamal IV, turut menyusun pola pengepungan.

KOORDINASI lintas institusi, manuver di garis batas perairan, dan ancaman pelolosan ke Malaysia — begitulah kisah dramatis penghentian kapal MT Sea Dragon yang membawa dua ton sabu, sebuah babak penting dalam perang panjang Indonesia melawan narkotika.

Malam itu laut tak beriak, tapi pasukan dari TNI AL, Bea Cukai, dan Badan Narkotika Nasional bergerak dalam senyap. Mereka tahu, kapal target ini bukan kapal biasa. MT Sea Dragon membawa muatan maut: narkotika jenis sabu seberat dua ton. Jumlah yang cukup untuk menghancurkan satu generasi.

Dua kapal perang, KRI Surik-645 dan KRI Silea-858, langsung disiagakan. Mereka menempati posisi strategis, menyekat semua kemungkinan lolosnya kapal tersebut. Bersama mereka, dua kapal patroli Bea Cukai, yakni BC 20003 dan BC 20007, serta Patkamla Gardera dari Lantamal IV turut menyusun pola pengepungan.

BACA JUGA:  Operasi Patuh Seligi 2025 Dimulai, Polres Karimun Fokus Penegakan Berbasis Elektronik

Pukul 20.00 WIB, kontak pertama berhasil didapat. Posisi kapal target makin jelas. Namun yang mengejutkan, MT Sea Dragon memilih bungkam. Upaya komunikasi lewat kanal radio laut tak direspons. Semakin pasti. Ini kapal penuh kecurigaan.

Pukul 21.20 WIB, saat semua unsur mulai mendekat, kapal itu memutar haluan dan mempercepat laju, hanya satu mil laut dari batas Malaysia.

“Kami tak boleh lengah satu detik pun,” kata Danlantamal IV Batam, Laksamana Pertama Widjanarko. “Kalau lolos ke wilayah tetangga, prosesnya bisa jauh lebih rumit.”

Aksi pengejaran berlangsung selama hampir dua jam. Laut menjadi panggung kejar-kejaran antara petugas dan penyelundup. Akhirnya, pukul 00.05 WIB, di perairan Karimun Anak, kapal Sea Dragon berhasil dihentikan. Pagi harinya, seluruh unsur tiba di Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang.

BACA JUGA:  PKS-PKB Usung Ing Iskandrsyah-Rocky Marciano, Gerindra Terguncang: Sri Rezeki Terancam Tersingkir dari Bursa Pilkada Karimun 2024

Hasil pemeriksaan: ratusan bungkus bubuk putih, setelah diuji laboratorium, seluruhnya positif sabu. Nilai ekonominya ditaksir triliunan. Nilai nyawanya? Tak terhitung.

Kisah ini bukan hanya tentang kapal dan sabu. Ini adalah gambaran nyata tentang pentingnya sinergi lintas institusi, kesiapsiagaan maritim, dan urgensi menjaga laut Indonesia dari infiltrasi jaringan narkotika internasional.

Kapal Sea Dragon kini diamankan, awaknya dalam proses pemeriksaan intensif oleh BNN. Namun satu hal pasti: malam itu, di perairan yang gelap dan senyap, Indonesia menang satu ronde besar dalam perang melawan narkoba. (alrion)