BATAM – Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, turut memeriahkan Pawai Tatung dan Moon Cake Festival yang berlangsung di Kota Batam pada Minggu (15/9). Festival yang digelar di Persimpangan Jalan Imam Bonjol, Simpang Martabak Har ini menjadi sorotan sebagai perayaan budaya Tionghoa dan simbol multikulturalisme di Kepulauan Riau.
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara ini.
“Atas nama Provinsi Kepri, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak penyelenggara. Dua tahun lalu, kami berkomitmen menjadikan acara ini bagian dari kalender tahunan. Karena festival ini tidak hanya milik masyarakat Tionghoa, tetapi juga mencerminkan keragaman budaya kita di Kepri,” ungkapnya.
Gubernur Ansar juga menegaskan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kepri untuk pengembangan festival ini dan menyatakan rencana untuk menjadikannya acara berskala nasional.
“Kami berencana menjadikan festival ini sebagai event nasional. Sehingga memperoleh dukungan dari pemerintah pusat, khususnya dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Mulai tahun depan, Insya Allah, festival ini akan dilaksanakan dengan skala yang lebih besar.”
Lebih lanjut, Gubernur Ansar menekankan pentingnya pengembangan sektor pariwisata di Batam, yang merupakan destinasi unggulan ketiga di Indonesia.
“Kepri, khususnya Batam, adalah destinasi wisata prioritas. Oleh karena itu, event pariwisata seperti ini perlu terus kita kembangkan guna meningkatkan angka kunjungan wisatawan.”
Gubernur juga menyoroti bahwa Kepulauan Riau merupakan miniatur Indonesia dengan keberagaman suku, agama, dan budaya yang tetap harmonis.
“Kepri adalah provinsi yang sangat heterogen, namun kita patut bersyukur karena konflik antar suku, agama, dan budaya hampir tidak pernah terjadi di sini. Ini adalah bukti nyata toleransi yang kuat di tengah masyarakat kita.”
Dalam pidatonya, Gubernur Ansar berharap masyarakat Kepri terus menjaga harmoni yang telah terjaga. “Pawai Tatung dan Moon Cake Festival ini adalah wujud nyata keragaman dan kebersamaan kita. Malam ini, kita melihat bukan hanya warga Tionghoa yang hadir, tetapi juga masyarakat dari berbagai suku, agama, dan budaya turut merayakan.”
Festival yang dihadiri ribuan pengunjung ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Terlihat hadir Anggota DPRD Provinsi Kepri Asmin Patros, Anggota DPRD Kota Batam Hendra Asman, Ketua Umum MAGABUTRI Rudy Arijanto, Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia Kepri Rudy Tan, serta beberapa ketua organisasi Tionghoa lainnya.
Acara tersebut semakin memperkuat posisi Batam sebagai pusat pariwisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam tetapi juga kekayaan budaya yang mengundang wisatawan dari berbagai penjuru. (r)






