Peringatan Dini BMKG: Warga Pesisir Kepri Harus Waspada terhadap Potensi Banjir Rob 15-25 November 2024

Waspada! Banjir Rob Ancam Batam, Karimun, Lingga, dan Bintan
BMKG memperingatkan bahaya banjir rob pada periode 14-29 Maret 2025 (ilustrasi/foto dr)

BATAM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir rob yang diperkirakan akan melanda sejumlah wilayah pesisir di Kepulauan Riau (Kepri) pada 15 hingga 25 November 2024.

Banjir rob ini diperkirakan terjadi akibat dua faktor utama: hujan lebat di daratan dan kondisi pasang air laut yang tinggi.

Prakirawan BMKG Hang Nadim Batam, Fitri Annisa, menyebutkan bahwa fenomena ini dapat berdampak pada pesisir di beberapa wilayah seperti Kota Batam, Karimun, Lingga, Tanjungpinang, dan Bintan.

Masyarakat yang tinggal di pesisir terutama di daerah Batuaji, Batuampar, Sekupang, dan Nongsa di Kota Batam diminta untuk selalu waspada.

BACA JUGA:  BMKG: Cuaca Ekstrem di Batam Berlanjut, Warga Diminta Waspada

“Potensi banjir rob ini lebih besar pada fase bulan purnama yang terjadi pada 16 November 2024. Supermoon ini akan meningkatkan ketinggian pasang air laut, yang bisa menyebabkan banjir pesisir,” kata Fitri Annisa dalam keterangannya yang diterima redaksi kepricek, Kamis (14/11/2024).

Menurut BMKG, banjir rob berpotensi terjadi di beberapa pesisir Kepri sebagai berikut:

1. Kota Batam: Pesisir Kecamatan Batuaji, Batuampar, Sekupang, Nongsa
2. Kabupaten Lingga: Pesisir Kecamatan Singkep Barat, Singkep Pesisir, Senayang
3. Kabupaten Karimun: Pesisir Kecamatan Kundur Barat, Karimun, Meral
4. Kota Tanjungpinang: Pesisir Kecamatan Tanjungpinang Barat, Tanjungpinang Kota, Bukit Bestari
5. Kabupaten Bintan: Pesisir Kecamatan Bintan Utara, Teluk Sebong, Bintan Timur

BACA JUGA:  Pulau Kerengga Viral Dijual Rp12 Miliar, BP2D Kepri Tegaskan Bukan Bagian Wilayah Indonesia

Fenomena ini diprediksi dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama yang beraktivitas di pelabuhan atau daerah pesisir. BMKG mengingatkan bahwa banjir rob bisa berdampak pada terganggunya transportasi laut dan kegiatan bongkar muat di pelabuhan.

“Masyarakat yang berada di pesisir diimbau untuk berhati-hati. Kami mengeluarkan peringatan dini ini agar semua dapat waspada dan mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi,” tambah Fitri Annisa.

BMKG berharap agar semua pihak, terutama masyarakat yang tinggal di daerah pesisir, dapat mengikuti perkembangan informasi dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan guna meminimalkan dampak buruk dari fenomena banjir rob ini. (r)

BACA JUGA:  Amsakar Achmad: Peran Perempuan Melalui ALPPIND Kunci Kemajuan Batam