BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Kesehatan mengambil langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran Human Metapneumovirus (HMPV), setelah virus tersebut terdeteksi di Malaysia. Langkah ini penting mengingat tingginya arus lintas orang antara Batam dan Malaysia serta Singapura.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, memastikan bahwa hingga awal 2025 belum ada laporan kasus HMPV di Batam.
“Kita belum menemukan adanya warga yang terjangkit HMPV di Batam,” ujarnya, Senin (6/1/2025).
Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan memperkuat sosialisasi melalui media sosial dan puskesmas. Imbauan dari Kementerian Kesehatan terkait pencegahan dan penanganan virus juga disebarluaskan kepada masyarakat dan wisatawan.
Pentingnya Protokol Kesehatan dalam Pencegahan
Didi menekankan pentingnya menjalankan protokol kesehatan untuk meminimalkan risiko penularan.
“Mencuci tangan secara rutin, menggunakan masker, dan menghindari kerumunan adalah kunci utama dalam pencegahan,” tegasnya seperti dilansir idntimes.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti batuk, pilek, demam, atau kesulitan bernapas.
Mengenal Virus HMPV
Virus HMPV pertama kali diidentifikasi di Belanda pada tahun 2001. Virus RNA ini menyebabkan infeksi saluran pernapasan dengan gejala yang mirip flu biasa hingga sesak napas.
Kelompok yang paling rentan adalah anak-anak di bawah lima tahun, lansia, dan orang dengan gangguan imun atau penyakit pernapasan kronis.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan CDC, HMPV menyebar melalui kontak langsung dengan penderita, droplet di udara, serta permukaan yang terkontaminasi. Pemko Batam berkomitmen terus memantau situasi dan meningkatkan kesiapsiagaan untuk melindungi kesehatan warganya. (r)




