BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam segera melakukan restrukturisasi susunan pejabat di tingkat dinas dan perangkat daerah. Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan untuk menyusun tim kerja yang sejalan dengan visi dan gaya kepemimpinannya.
Dalam keterangannya, Amsakar mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim panel seleksi (pansel) yang akan menggelar mekanisme “job bid” guna mengisi posisi-posisi strategis di lingkungan Pemko Batam.
“Siapkan pansel untuk dilakukan job bid, yang nanti juga akan bekerja mulai dari pendaftaran sampai melakukan bid and proper test terhadap para kandidat,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Amsakar menargetkan restrukturisasi ini bisa diselesaikan dalam waktu satu setengah hingga dua bulan ke depan, atau sebelum pertengahan tahun 2025. “Mudah-mudahan 1,5 sampai 2 bulan ke depan kami sudah dapat struktur kepemimpinan yang baru untuk level-level dinas. Sebelum bulan keenam sudah definitif pejabat-pejabat kita,” tegasnya.
Proses administrasi untuk penerbitan Surat Keputusan (SK) tim pansel diperkirakan akan rampung dalam dua minggu ke depan. Setelah itu, tim akan mulai bekerja melakukan seleksi dengan mekanisme berbeda, tergantung jenjang jabatan yang dilamar.
“Bagi yang tetap di eselon 2 cukup job fit saja. Tapi yang dari eselon 3 naik ke eselon 2 itu perlu fit and proper test,” jelas Amsakar.
Menunggu Persetujuan Pusat
Meski begitu, ia menekankan bahwa proses pergeseran atau pengangkatan pejabat tetap harus mendapatkan persetujuan dari kementerian terkait.
“Setelah buat itu nanti kami kirim ke menteri, kalau menteri oke jalan. Kalau menteri belum sepakat, ya kami tunggu 6 bulan setelah pelantikan,” ucapnya.
Amsakar juga mengungkapkan bahwa komunikasi dengan kementerian telah dilakukan. “Waktu retreat, saya sempat berbicara dengan Pak Direktur. Tidak masalah Pak, tinggal ajukan surat,” katanya.
Ia menambahkan, wajar jika seorang kepala daerah ingin membentuk tim yang satu visi dan memiliki ritme kerja yang sama. “Pasti bapak-bapak yang se-Indonesia ini hadir, itu ingin orang yang se-irama, yang se-mazhab bekerjanya,” ujarnya.
Terkait apakah seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil akan diganti, Amsakar menyebut hal itu masih dalam pembahasan lebih lanjut.
Langkah ini menjadi strategi awal dari kepemimpinan Amsakar sebagai Wali Kota Batam untuk menyusun tim yang solid dalam menjalankan roda pemerintahan dan percepatan pembangunan di Kota Batam.






