UMRAH–UNIBA Kolaborasi Bahas Optimalisasi Wilayah Pesisir

TANJUNGPINANG — Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) dan Universitas Batam (UNIBA) resmi membuka rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kolaborasi Nasional melalui penyelenggaraan Seminar Nasional bertajuk “Optimalisasi Potensi Sumber Daya Wilayah Pesisir”, Senin (25/5).

Bertempat di Hall Galeri Tamadun Maritim UMRAH, Tanjungpinang, kegiatan ini menjadi langkah konkret sinergi antarkampus untuk memperkuat peran akademisi dalam memberdayakan masyarakat pesisir.

Seminar dibuka oleh Wakil Rektor III UMRAH, Dr. Suryadi, S.P., M.H., yang menyampaikan pentingnya kerja sama lintas perguruan tinggi sebagai kekuatan kolektif untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kolaborasi ini bukan hanya bersifat administratif. Ini adalah wujud implementasi nyata dari MoU yang sudah terjalin lama, dan hari ini benar-benar diwujudkan melalui kegiatan langsung yang menyentuh masyarakat,” ujarnya saat membuka acara.

BACA JUGA:  Menteri Yusril Ihza Buka FSIGB 2025, Kepri Ditetapkan sebagai Simpul Sastra Melayu Dunia

Rektor UNIBA, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., menekankan, pengabdian tidak cukup hanya dengan niat akademik, tetapi juga memerlukan keikhlasan dalam berbagi ilmu demi kesejahteraan masyarakat.

“Ilmu pengetahuan harus bisa hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat. Inilah esensi pengabdian. Bukan hanya transfer ilmu, tapi juga transfer harapan,”ucapnya dalam sambutan yang disambut hangat para peserta.

Kepala LPPM UMRAH, Wahyudin, S.Pi., M.Si., Ph.D., menyampaikan, kegiatan pengabdian seperti ini menjadi medan utama dosen dalam menyampaikan hasil riset agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di wilayah pesisir.

“Pesisir memiliki karakteristik unik yang tidak bisa disamaratakan. Karena itu, pengabdian harus berbasis riset dan pemahaman mendalam akan konteks lokal,”tegas dia.

Seminar terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama dipandu oleh Eko Febri Syahputra Siregar, M.Pd. (UMRAH) dan menghadirkan narasumber dari UNIBA, Dr. R. A. Widyanti Diah Lestari, S.E., S.H., S.Pd., M.M., CSRS., CSRA., yang membahas “Optimalisasi Potensi Sumber Daya Keuangan Masyarakat Pesisir.” Ia menyoroti pentingnya literasi keuangan dan penguatan UMKM berbasis potensi lokal.

BACA JUGA:  Pemuda Pancasila Bukit Bestari Dipimpin Wanita: Dwi Kemalawaty Resmi Menjabat Ketua PAC

“Bukan hanya modal yang penting, tapi kemampuan mengelola dan mempertahankan keberlanjutan usaha. Di sinilah peran kampus sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Sesi kedua dimoderatori oleh Christiani Prasetiasari, S.H., M.H., C.MED. (UNIBA) dan menampilkan narasumber dari UMRAH, Dr. Lily Viruly, S.TP., M.Si.

Ia memaparkan hasil riset tentang potensi pengembangan produk olahan berbasis laut seperti siput gonggong dan ikan hiu.

“Kita ingin masyarakat pesisir tidak hanya menjadi pengambil hasil laut, tapi juga pencipta nilai tambah melalui inovasi berbasis budaya dan kesehatan,” jelasnya.

Seminar ini menjadi pembuka dari rangkaian kegiatan PKM Kolaborasi Nasional yang akan dilanjutkan pada Selasa (27/5) dengan pelaksanaan pengabdian langsung di Desa Pengudang, Bintan.

BACA JUGA:  Lingga Lolos dari Kotak Kosong, ‘Awe Bisa’ kembali Bergema

Tim dosen dan mahasiswa dari kedua kampus akan terlibat dalam berbagai kegiatan pelayanan dan pemberdayaan di Balai Desa, Puskesmas Pembantu, dan SDN 005 Teluk Sebong.

Melalui kegiatan ini, UMRAH dan UNIBA menunjukkan bahwa Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan komitmen moral untuk membangun Indonesia dari wilayah pesisir.

“Kami ingin membangun dari pinggiran, dari laut, dari desa-desa pesisir. Sebab dari sanalah wajah sejati Indonesia bisa kita lihat dan perbaiki bersama,” demikian Dr. Suryadi. (ram)