BATAM – Tokoh Aktivis Kota Batam, Uba Ingan Sigalingging, menilai pasangan Haji Muhammad Rudi dan Haji Aunur Rafiq sebagai kandidat paling rasional untuk memimpin Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Pilkada 2024.
Menurutnya, dalam lima tahun terakhir, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kepri terkesan stagnan, dengan hampir 75% pendapatan daerah masih bergantung pada Pajak Kendaraan Bermotor di Batam.
Uba menegaskan bahwa salah satu masalah utama yang dihadapi Kepri adalah keterlambatan dalam pembangunan infrastruktur dan ekonomi. Proses pembangunan di Kepri, menurutnya, berjalan lambat dan cenderung seadanya. Meskipun Pemerintah Provinsi Kepri telah melepaskan tanggung jawab dalam pembangunan infrastruktur jalan di Batam.
“Kota Batam telah menunjukkan kemajuan pesat dalam pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 7,04% pada 2023, jauh melampaui provinsi dan nasional. Namun, Kepri secara keseluruhan belum bisa mengejar,” jelas Uba.
Dia juga mengungkapkan bahwa target penerimaan daerah dari Labuh Jangkar yang diluncurkan pada Maret 2021 gagal mencapai target Rp 200 miliar. Sehingga menunjukkan ketidakmampuan Gubernur Ansar Ahmad dalam mengoptimalkan pendapatan daerah.
Selain itu, defisit anggaran Provinsi Kepri yang mencapai hampir Rp 500 miliar di tahun 2024 menambah beban pembangunan di wilayah ini. Kondisi ini menegaskan bahwa dibutuhkan kepemimpinan yang lebih efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang merata di seluruh Kepri.
“Rudi-Rafiq adalah pasangan yang tepat karena rekam jejak keduanya sebagai pemimpin daerah. Rudi sebagai Walikota Batam dan Kepala BP Batam berhasil membawa Batam menuju kemajuan signifikan. Sementara Aunur Rafiq sebagai Bupati Karimun juga telah berkontribusi besar dalam membangun wilayahnya,” tambah Uba.
Pasangan Rudi dan Rafiq dinilai memiliki visi dan misi yang jelas untuk membawa perubahan di Kepri. Terutama dalam hal peningkatan PAD dan percepatan pembangunan infrastruktur. Uba meyakini, di bawah kepemimpinan mereka, Kepri akan lebih maju dan sejahtera. (RIS)






