Di Bawah H. Muhammad Rudi, Ekonomi Batam Tumbuh Pesat Hingga 7,04%: Pertumbuhan Tertinggi Se-Kepri

Di Bawah H. Muhammad Rudi, Ekonomi Batam Tumbuh Pesat Hingga 7,04%: Pertumbuhan Tertinggi Se-Kepri
Di bawah kepemimpinan H Muhammad Rudi pertumbuhan ekonomi kota Batam tertinggi di Kepri (ilustrasi)

BATAM – Pertumbuhan ekonomi Kota Batam selama tiga tahun terakhir menunjukkan angka yang sangat menggembirakan, seiring dengan peningkatan signifikan yang dicapai setiap tahunnya di bawah kepemimpinan H Muhammad Rudi, Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Batam mengalami lonjakan pertumbuhan ekonomi yang memuaskan dari tahun 2021 hingga 2023. Pada tahun 2021, ekonomi Batam mulai bangkit dengan pertumbuhan sebesar 4,75 persen, setelah pada tahun sebelumnya mencatatkan angka minus 2,55 persen akibat dampak pandemi Covid-19. Sektor industri pengolahan dan konstruksi memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi di tahun tersebut.

Tahun 2022 mencatat lompatan signifikan dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,84 persen, di tengah upaya daerah lain yang masih berjuang pulih dari pandemi. Puncaknya, pada tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Batam kembali meningkat tajam hingga 7,04 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Riau yang berada di angka 5,20 persen dan nasional sebesar 5,05 persen.

BACA JUGA:  Majukan Batam, Rudi Seimbangkan Antara Politik dan Pembangunan

Struktur ekonomi Batam pada tahun 2023 didominasi oleh komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang mencapai 47,09 persen. Diikuti oleh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 39,64 persen, Konsumsi LNPRT sebesar 11,12 persen,

Pengeluaran Net Ekspor sebesar 4,69 persen, dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 1,29 persen. PMTB, yang mencakup investasi dalam bentuk aset tetap seperti bangunan dan mesin, memainkan peranan penting dalam keberlanjutan kegiatan ekonomi Batam.

Kepala BPS Kota Batam, Aguskadaryanto, menjelaskan bahwa kontribusi PMTB sangat dominan dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Batam dari sisi pengeluaran. “Komponen ini memiliki andil terbesar dalam perekonomian Batam,” katanya.

BACA JUGA:  Ziarah ke Makam Sultan Mahmud Riayat Syah, HMR Jaga Warisan Leluhur di Daik Lingga

H Muhammad Rudi mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian luar biasa tersebut. “Alhamdulillah, kita patut bersyukur atas capaian ini. Sinergi yang baik antara Pemerintah Pusat, Forkopimda, serta masyarakat Batam dan Kepulauan Riau sangat berperan dalam keberhasilan ini,” ujarnya.

Rudi juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur modern yang digalakkan dalam empat tahun terakhir, termasuk pengembangan jalan utama yang menghubungkan Bandara Hang Nadim dan Pelabuhan Batu Ampar.

Meski belum sepenuhnya rampung, perbaikan ruas jalan sepanjang 20 km ini sudah memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI menunjukkan, realisasi investasi di Batam pada tahun 2023 mencapai Rp 15,6 triliun, meningkat 18 persen dibandingkan tahun 2022. Investasi tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 6,8 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 8,8 triliun.

BACA JUGA:  Panglima Lang-lang Laut Kepri: Kami Tidak Rela Baliho Rudi-Rafiq Dirusak

Rudi pun menyampaikan apresiasinya kepada seluruh masyarakat dan pelaku usaha yang telah bekerja sama dengan pemerintah dalam memajukan ekonomi Kota Batam.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berupaya meningkatkan ekonomi di kota ini,” tutupnya. (ris)