BATAM – Rudi vs Ansar. Mantan anggota DPRD Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Uba Ingan Sigalingging, kembali mengutarakan pandangannya terkait politik lokal, khususnya menjelang Pemilihan Gubernur Kepri yang akan digelar 27 November mendatang.
Dalam acara Metro Forum yang diadakan oleh POSMETRO Batam, Rabu (20/11), Uba menyoroti perbedaan gaya kepemimpinan dua kandidat kuat, Muhammad Rudi dan Ansar Ahmad.
“Saya plesetkan, kalau Pak Rudi itu tipe pekerja, kalau Pak Ansar itu tipe pesandiwara. Untuk memimpin provinsi, dibutuhkan kejelasan tindakan, sehingga masyarakat merasa dijamin dengan langkah-langkah konkret dari pemimpin,” ujar Bung Uba, panggilan akrabnya.
Berikut pandangan Uba soal kepemimpinan Rudi vs Ansar
Kritik terhadap Gaya Kepemimpinan Ansar
Menurut Uba, Ansar Ahmad sering membuat perbandingan yang kurang relevan antara Kepri dan Batam, khususnya dalam hal pendapatan daerah.
“Pak Ansar sering menyebut Batam punya APBD besar dan ditambah dukungan BP Batam, lalu membandingkan dengan provinsi. Tapi tugas gubernur bukan sekadar membandingkan, melainkan meningkatkan pendapatan daerah dan mencari solusi,” tegasnya.
Ia menilai, saat ini pendapatan daerah Provinsi Kepri sebagian besar—sekitar 90 persen—berasal dari pajak kendaraan bermotor, yang sifatnya sudah given atau terberi.
“Ini tidak memerlukan usaha keras, karena masyarakat datang sendiri untuk membayar pajak. Seharusnya ada terobosan lain untuk menggali sumber pendapatan baru, tapi itu tidak terlihat dari Ansar,” kata Uba.
Penghentian Proyek Infrastruktur
Uba juga menyinggung kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menyerukan penghentian sementara proyek infrastruktur untuk menyesuaikan kondisi ekonomi.
Menurut Uba, langkah ini tidak boleh diartikan sebagai penghentian total, melainkan kesempatan untuk menunjukkan kreativitas pemimpin dalam melanjutkan pembangunan tanpa membebani APBD atau APBN.
“Kalau kita lihat, Rudi sudah berpengalaman menjalankan proyek infrastruktur tanpa membebani APBD atau APBN, seperti proyek pengembangan Bandara dan Pelabuhan di Batam yang melibatkan pihak swasta. Kreativitas seperti ini yang dibutuhkan,” katanya.
Rudi Dinilai Lebih Siap
Menurut Uba, Rudi memiliki pengalaman dan keberanian dalam mengambil langkah strategis yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Pemimpin yang dibutuhkan adalah mereka yang mampu berbuat lebih dari rutinitas dan tidak terjebak dalam retorika. Dalam hal ini, Rudi lebih unggul,” ungkapnya.
Ia menutup dengan pernyataan tegas, bahwa seorang pemimpin harus mampu menghadirkan solusi nyata, bukan hanya janji dan pembenaran.
“Kepemimpinan itu soal keberanian mengambil langkah nyata, bukan sekadar membangun narasi,” pungkas Bung Uba. (ris)






