BATAM – Calon Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), H. Muhammad Rudi (HMR), merancang program prioritas untuk menjadikan Dompak sebagai pusat pemerintahan sekaligus pusat budaya yang gemilang. Program ini juga bertujuan mempercantik Kota Tanjungpinang agar lebih layak sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri.
“Pelabuhan akan kita bangun, jalan-jalan akan kita tinjau ulang, dan kotanya akan kita tata agar lebih cantik,” ujar HMR.
Meski fokus di Tanjungpinang, HMR menegaskan bahwa program pembangunan akan dilaksanakan secara merata di seluruh kabupaten/kota di Kepri.
Ia bersama pasangannya, Aunur Rafiq, berkomitmen untuk mengurangi ketimpangan ekonomi antarwilayah.
“Infrastruktur adalah kunci aksesibilitas dan pengembangan daerah. Dengan pembangunan yang terencana, ekonomi bisa bangkit dan destinasi wisata unggulan di Kepri bisa lebih maksimal,” tambah pria kelahiran Tanjungpinang ini.
Pesantren Modern di Pulau Penyengat
Salah satu prioritas besar lainnya adalah pembangunan pesantren modern di Pulau Penyengat.
HMR berharap pesantren ini dapat memperkuat identitas Pulau Penyengat sebagai pusat wisata islami, yang sekaligus menjadi penghormatan terhadap pahlawan nasional yang dimakamkan di sana, yakni Raja Ali Haji dan Raja Haji Fisabilillah.
“Pesantren modern ini akan menjadi daya tarik baru bagi wisata islami, sehingga ciri khas Pulau Penyengat semakin kuat,” jelasnya.
Menghidupkan Marwah Tanjungpinang
HMR juga mengangkat sejarah perjuangan Tanjungpinang, kota yang dikenal sebagai negeri para pahlawan.
Kisah heroik Raja Haji Fisabilillah yang menenggelamkan kapal induk Belanda pada 6 Januari 1784 di Teluk Keriting, menjadi bukti nyata patriotisme dari Tanjungpinang.
Menurut HMR, semangat tersebut harus dilanjutkan dalam pembangunan kota sebagai ibu kota Provinsi Kepri. “Perjuangan menegakkan marwah Tanjungpinang ini harus terus kita gelorakan,” tegasnya.
Jika terpilih sebagai Gubernur Kepri, HMR berkomitmen membawa Tanjungpinang ke era baru sebagai pusat pemerintahan dan budaya yang lebih modern, tanpa melupakan nilai-nilai sejarah dan identitas lokal. (ris)






