Batam  

Lantamal IV Pimpin Pencarian Buaya Lepas di Pulau Bulan, 4 Ekor Masih Diburu

Lantamal IV Pimpin Pencarian Buaya Lepas di Pulau Bulan, 4 Ekor Masih Diburu
Tim Terpadu dipimpin Lantamal IV Batam mengawasi proses pengeringan kolam penangkaran buata milik PT JPK di Pulau Bulan (dok lantamal)

BATAM – Ternyata jumlah buaya yang lepas dari penangkaran Pulau Bulan, Batam bukan 5 ekor, tapi 66 ekor. Hal itu diketahui setelah kolam penangkaran milik PT Perkasa Jagat Kurnia (PJK) dikeringkan.

Diketahui kolam yang jebol berisi 105 ekor. Buaya yang hilang ada 66 ekor. Sementara jumlah buaya yang sudah ditangkap kembali sebanyak 62 ekor sampai Senin (27/1/2025). Artinya masih ada 4 ekor yang belum bertemu.

Lettu Marinir Zulkifli Chaniago, Perwira Seksi Intelijen Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) IV, memimpin penghitungan sisa buaya yang ada di penangkaran.
Ia menyatakan, “Kami terus berupaya untuk menemukan semua buaya yang lepas, agar situasi dapat segera terkendali.”

BACA JUGA:  20 Buaya Berhasil Ditangkap Pasca Jebolnya Penangkaran di Pulau Bulan Batam

Dalam upaya meredakan keresahan warga, Lantamal IV bersama instansi terkait dan masyarakat setempat membentuk tim terpadu yang bertugas melacak dan menangkap buaya yang masih berkeliaran di sekitar kawasan perairan dan area yang berpotensi menjadi habitat sementara bagi buaya.

Mayor Marinir Andi Arif Mangkubumi, Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan IV, menegaskan, “Tim terpadu bekerja keras agar semua buaya yang lepas bisa ditemukan secepatnya sehingga masyarakat bisa kembali merasa aman dan nyaman.”

Terkait dampak yang ditimbulkan, Mayor Andi juga menyampaikan pentingnya penanganan cepat untuk mencegah potensi kerugian pada sektor pariwisata dan kegiatan masyarakat pesisir.

BACA JUGA:  Jadwal dan Harga Tiket KM Kelud Rute Batam-Medan Periode November - Desember 2024

“Penting agar tidak ada informasi simpang siur yang memperburuk situasi. Kami memastikan langkah penanganan yang akurat dan transparan,” tambahnya.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, dan segera melapor jika menemukan buaya di luar area penangkaran.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami,” tegas Mayor Andi. (r)