Batam  

Tumpukan Sampah di Jalan Duyung Jodoh Batam Resahkan Warga dan Pengunjung

Tumpukan Sampah di Jalan Duyung Jodoh Batam Resahkan Warga dan Pengunjung
Tumpukan sampah di Jalan Duyung kawasan Jodoh merusak citra Kota Batam sebagai Kota Wisata (ilustrasi)

BATAM – Batam kembali dihadapkan pada persoalan pengelolaan sampah yang belum tuntas. Tumpukan sampah di Jalan Duyung, kawasan Jodoh, menjadi sorotan. Sampah terlihat meluber hingga menutup lebih dari setengah badan jalan, mengganggu aktivitas pengendara, terutama yang keluar dari Pasar Seken Jodoh.

Tumpukan sampah terdiri dari berbagai jenis, termasuk keranjang buah yang mencolok. Selain menghalangi jalan, bau tidak sedap dari sampah tersebut juga sangat mengganggu pengendara.

Rei, seorang pedagang di lokasi, mengungkapkan bahwa tumpukan sampah ini terjadi karena petugas hanya mengangkut sampah dari Pasar Basah, sementara sampah dari Pasar Seken dan Pasar Buah jarang diangkut.

BACA JUGA:  KPU Tetapkan Jadwal Pilkada Serentak 2024, Pendaftaran Calon di Batam Dimulai 27 Agustus

“Petugas sampah hanya fokus pada Pasar Basah. Sementara sampah dari tempat lain jarang diurus, padahal kami rutin membayar uang sampah setiap bulan,” kata Rei, Jumat (24/1/2025).

Ia mengaku para pedagang akhirnya membuang sampah sembarangan di lokasi tersebut karena tidak ada solusi lain.

“Tempat itu jadi tempat pembuangan sampah. Semua pedagang pasti buang ke sana,” tambahnya.

Dampak bagi Wisatawan

Ishak, seorang pengelola biro travel, merasa prihatin dengan kondisi tersebut. Ia menilai bahwa Jalan Duyung yang merupakan salah satu akses ke kawasan wisata seperti Harbour Bay, DC Mall, dan hotel-hotel di Jodoh, tampak kumuh karena sampah.

BACA JUGA:  Pemakaman Gratis di Batam! Ini Syarat dan Lokasi yang Berlaku

“Wilayah Jodoh adalah pusat bisnis di Batam sekaligus dekat dengan pintu masuk wisatawan mancanegara. Kalau wisatawan melihat kondisi ini, tentu akan berdampak buruk bagi citra Batam,” keluh Ishak.

Ia juga menyebutkan bahwa tumpukan sampah bukan hanya di simpang tiga Pasar Seken, tetapi juga di U-turn dekat Pasar Buah.

“Ini tidak seharusnya terjadi, apalagi Batam dikenal sebagai kota seribu mal dan salah satu pintu masuk wisatawan ke Indonesia,” tambahnya. (r)