Ustadz Abdul Somad Kritik Program Makan Bergizi Gratis, Sebut Negara Harus Sediakan Lapangan Pekerjaan

Ustadz Abdul Somad Kritik Program Makan Bergizi Gratis, Sebut Negara Harus Sediakan Lapangan Pekerjaan
Ustadz Abdul Somad mengkritik program MBG. Tugas negara itu menyediakan lapangan pekerjaan (tangkapan layar)

BATAM – Potongan video ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) yang menyinggung program makan bergizi gratis (MBG) pemerintah baru-baru ini viral di platform X. Dalam video tersebut, UAS menyatakan bahwa memberikan makanan bergizi kepada anak-anak melalui anggaran negara tidak seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan menyediakan lapangan pekerjaan untuk orang tua mereka.

“Bagaimana anak dikasih makan dari APBN, sementara ayahnya dibiarkan tidak punya pekerjaan,” ujar UAS, yang mengkritik pendekatan pemerintah terhadap masalah gizi anak.

“Tugas negara itu bukan memberi makan anak, tetapi menyediakan lapangan pekerjaan bagi bapaknya. Anaknya ya diurus bapaknya, ngapain negara ngurus,” tegas UAS.

BACA JUGA:  KLB PWI Agustus 2024: Upaya Konstitusional Atasi Kemelut Organisasi

Menurut UAS, dengan menyediakan pekerjaan yang layak, negara dapat memberikan solusi lebih permanen bagi keluarga, yang pada gilirannya akan memastikan anak-anak mendapatkan makan bergizi melalui penghasilan orang tua.

“Negara itu menyediakan lapangan kerja. Bapaknya punya gaji, ngasih makan anaknya bergizi,” imbuhnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto yang meluncurkan program MBG pada 6 Januari 2025, optimistis bahwa program ini dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan di daerah-daerah.

Dalam konferensi pers di Istana Merdeka pada 17 Februari, Prabowo menjelaskan bahwa program MBG akan membantu perputaran uang di tingkat desa dan kecamatan, yang diyakini akan berkontribusi pada peningkatan ekonomi lokal.

BACA JUGA:  PWI Pusat Terpecah, Zulmansyah Sekedang: KLB Adalah Jawaban

Program ini dianggarkan sebesar Rp24 triliun, dan merupakan salah satu dari delapan kebijakan utama pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi pada Kuartal I/2025.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menyebutkan sejumlah kebijakan ekonomis lainnya, termasuk kenaikan upah minimum, penyaluran bantuan sosial, hingga diskon untuk keperluan sehari-hari menjelang Hari Raya. (r)