Batam  

Tanjak 3 Miliar Rupiah dari Batam

BATAM – Bengkel tanjak rumahitam, satu dari sedikit UMKM yang mengembangkan usaha produk kebudayaan Melayu, tanjak, sejak 2015 lalu, saat ini berkembang pesat. UMKM yang dikelola komunitas seni rumahitam Batam ini, sepuluh hari terakhir, hingga akhir ramadhan 1446 H-2025, sedang sibuk menyelesaikan orderan 30 ribu tanjak, pesanan dari Semenanjung Malaysia. Tidak tanggung-tanggung, nilainya lebih dari 3 miliar rupiah.

“Usaha bengkel tanjak rumahitam hanya bermula dari hobby. Lalu kita serius menangani, karena dapat sambutan dari masyarakat,” sebut presiden rumahitam, Tarmizi.

Dikatakan, awalnya bengkel tanjak rumahitam hanya melayani orderan lokal Batam. Tapi karena terus dipromosikan lewat medsos, akhirnya tanjak produk rumahitam dikenal luas, tidak hanya di Batam dan Kepri, tapi juga dapat orderan dari berbagai daerah di Indonesia, juga Singapura dan Malaysia.

BACA JUGA:  Amsakar Achmad: Peran Perempuan Melalui ALPPIND Kunci Kemajuan Batam

Setiap memasuki bulan ramadhan, hingga hari raya Idul Fitri, dalam tiga tahun belakangan. Orderan ribuan tanjak datang dari Malaysia dan Singapura.

“Orderan terbesar itu datang dari Malaysia, mencapai duapuluh tujuh ribu buah tanjak, sisanya dari Singapura,” sebut Tarmizi yang juga dikenal sebagai seniman, penyair Batam itu.

Dijelaskan, tingginya permintaan dari Malaysia tersebut, untuk dipakai pada hari raya Idul Fitri. Ada sejumlah saudagar persalinan Melayu yang jadi mitra bengkel tanjak rumahitam di Johor, Melaka dan Kualalumpur. Setiap mitra, masing masing memesan tanjak produk rumahitam dengan jumlah yang berbeda, ada yang order 2000 hingga 4000 buah tanjak. Satu tanjak dibandrol 31 ringgit Malaysia, jika di rupiahkan, berkisar 113 ribu rupiah satu tanjak.

BACA JUGA:  27 Buaya Sudah Ditangkap di Batam, Ancaman Masih Mengintai Perairan Pulau Bulan

Pengiriman tanjak ke Malaysia tersebut dilakukan secara bertahap. Setiap pengiriman berkisar 500 hingga 800 buah tanjak.

Dijelaskan Tarmizi, 15 hari sebelum masuk bulan suci Ramadhan, pengiriman sudah dilakukan, setiap tiga hari sekali. kalau sudah masuk awal Ramadhan, biasanya dua hari sekali hingga akhir Ramadhan.

“Untuk proses produksi, kita punya tim kerja belasan orang. Untuk satu setengah bulan kerja, tim kita ada yang dapat penghasilan sepuluh hingga tigapuluh juta rupiah satu orang,” kata Tarmizi.

Usaha bengkel tanjak rumahitam, menurut Tarmizi, tetap melayani orderan lokal, yang jumlahnya juga cukup banyak. Untuk lokal Batam, tidak hanya tanjak, tapi persalinan Melayu lengkap, baju, seluar, kain sampin dan tanjak. Tidak itu saja, persalinan Melayu perempuan juga dilayani, termasuk membuat selendang.

BACA JUGA:  Kampanye Dialogis di Botania, Amsakar: Jangan Ada Lagi Datang Gubernur, Perangkat Kabur!

“Usaha yang kita kembangkan ini, sejalan dengan undang undang pemajuan kebudayaan. Dimana produk kebudayaan tetap terjaga nilai peradabannya, tapi juga memiliki nilai ekonomi” pungkas Tarmizi, Sabtu, (23/2), di galeri bengkel tanjak rumahitam, Sekupang, Batam. (R)