Batam  

Amsakar dan Li Claudia Kunjungi Korban Longsor Tiban Koperasi, Jajaki Relokasi untuk Pencegahan Bencana

Amsakar dan Li Claudia Kunjungi Korban Longsor Tiban Koperasi, Jajaki Relokasi untuk Pencegahan Bencana
Amsakar dan Li Claudia meninjau lokasi longsor di Tiban Koperasi, Batam, Minggu (19/1/2025) (ist)

BATAM – Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam terpilih, Amsakar Achmad-Li Claudia Chandra, menyambangi lokasi bencana longsor di Tiban Koperasi, Minggu (19/1) sore, untuk memberikan dukungan langsung kepada warga terdampak.

Amsakar dan Li Claudia didampingi sejumlah legislator Batam, seperti Aweng Kurniawan, Hendra Asman, dan Yefri, turut meninjau kondisi terkini di lokasi longsor serta berdialog langsung dengan para korban dan warga setempat.

Mereka juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai dan 500 paket sembako untuk meringankan beban warga yang terdampak.

“Ini bantuan kami pribadi, belum dari Pemko. Kalau Pemko kan sudah ada anggaran dan lebih banyak,” ujar Amsakar kepada warga yang menyambut kedatangannya.

BACA JUGA:  Arus Mudik di Pelabuhan Sekupang Meningkat, 18.842 Pemudik Tinggalkan Batam

Selain itu, rombongan tersebut mengunjungi sejumlah wilayah lainnya yang mengalami banjir, termasuk Marina dan Seiharapan.

Amsakar menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa warga, serta memastikan bahwa pemerintah kota telah mengambil langkah-langkah konkret untuk memberikan bantuan bagi korban, termasuk santunan bagi keluarga korban yang meninggal dunia dan bantuan perbaikan rumah yang rusak.

“Apa yang dialami warga adalah duka Pemerintah Kota Batam. Mudah-mudahan kehadiran kami dapat meringankan beban warga terdampak,” kata Amsakar.

Menghadapi cuaca ekstrem yang menyebabkan bencana di 12 kecamatan, Amsakar juga meminta warga untuk sementara waktu menjauhi titik rawan bencana.

BACA JUGA:  Program Makan Bergizi Gratis Batam Dimulai 13 Januari 2025, Uji Coba Libatkan Kodim 0316/Batam

Sementara itu, Li Claudia Chandra menegaskan pentingnya langkah jangka panjang untuk mencegah kejadian serupa. Ia menyebutkan bahwa permasalahan terkait 16 rumah terdampak longsor perlu segera dibahas bersama dinas terkait, termasuk kemungkinan relokasi bagi warga yang membutuhkan solusi lebih permanen.

“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Ini harus dibahas lebih lanjut untuk mencari solusi terbaik bagi warga,” ungkap Li Claudia. (r)