BATAM – Menjelang Lebaran 2025, tiket pesawat dari Batam ke sejumlah kota tujuan, seperti Padang dan Pekanbaru, telah habis terjual. Harga tiket yang melambung tinggi membuat banyak warga mencari alternatif transportasi lain, baik melalui jalur laut maupun penerbangan dari luar negeri.
Bagas (45), warga Batam Center, mengaku hampir batal mudik karena sulit mendapatkan tiket ke Jakartag. Setelah mencari alternatif, ia memilih penerbangan dari Kuala Lumpur ke Jakarta dengan harga Rp800 ribu. Harga ini jauh lebih murah dibanding tiket langsung dari Batam yang mencapai Rp1,5 juta.
“Walaupun harus transit di Kuala Lumpur, total biaya tetap lebih hemat,” ujarnya, Minggu (23/3).
Kondisi ini juga berdampak pada meningkatnya jumlah penumpang kapal laut. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batam memprediksi lonjakan penumpang hingga 15% dibanding tahun sebelumnya, terutama pada rute Punggur–Tungkal (Jambi), Mengkapan–Tanjung Buton (Riau), dan Punggur–Tanjunguban (Bintan).
General Manager PT ASDP Batam, Hermin Welkis, memastikan tidak ada kenaikan tarif tiket dan mengimbau masyarakat membeli tiket melalui aplikasi Ferizy untuk menghindari antrean panjang.
Sementara itu, PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) mencatat kenaikan jumlah penumpang hingga 110% dibanding tahun lalu. Rute Batam-Belawan menjadi yang terpadat, diikuti Balikpapan-Surabaya dan Makassar-Surabaya.
Untuk mengakomodasi lonjakan ini, PELNI menyiapkan dua kapal, KM Kelud dan KM Ngapulu, yang akan beroperasi pada 26 dan 28 Maret 2025.
Kepala Kantor PELNI Batam, Edwin Kurniansyah, menegaskan harga tiket kapal tidak mengalami kenaikan menjelang Lebaran.
“Kami berupaya memastikan masyarakat bisa mudik dengan nyaman tanpa terbebani lonjakan harga tiket,” katanya.
Dengan terbatasnya tiket pesawat dan tingginya minat terhadap moda transportasi lain, warga Batam kini mengandalkan jalur laut serta penerbangan luar negeri agar dapat merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman. (r)






