Batam  

Tulisan ‘Welcome to Batam’ Tertutup Bangunan, Wisatawan Malaysia Kecewa

Tulisan ‘Welcome to Batam’ Tertutup Bangunan, Wisatawan Malaysia Kecewa
Banyak turis kecewa dengan tertutupnya ikon KOta Batam, monumen Welcome To Batam (msn)

BATAM – Wisatawan mancanegara (wisman) asal Malaysia kecewa saat berkunjung ke landmark ikon Kota Batam, ‘Welcome to Batam’ (WTB), Jumat (13/12/2024). Sebagian tulisan landmark ini tertutup bangunan ruko tiga lantai yang masih dalam proses pembangunan, mengganggu pengalaman wisatawan saat berswafoto.

“Pas masuk tadi memang terasa kecewa, karena sudah tidak full (tulisannya Welcome to Batam),” ujar Momin, seorang turis asal Malaysia.

Ia mengaku tujuan utama kunjungannya ke Batam adalah untuk berfoto di depan tulisan tersebut.

Bangunan yang belum sepenuhnya selesai ini berpotensi menutupi keseluruhan tulisan WTB jika dibangun lebih tinggi.

BACA JUGA:  Mulai 4 Desember, Kapal Pelni Pindah Tambat ke Terminal Bintang 99 Persada Batam

“Sebagai turis, saya berharap harusnya jangan ditutup, wajib dipertahankan,” tambah Momin seperti dikutip tempo, Sabtu (14/12/2024).

Momin, yang pertama kali berkunjung ke Batam bersama keluarganya, menyatakan akan berpikir dua kali untuk kembali jika ikon tersebut sepenuhnya tertutup.

“Kalau sudah tertutup semua nanti, sepertinya saya tidak datang ke sini lagi,” katanya.

Keluhan Serupa dari Wisatawan Lainnya

Anggota rombongan wisatawan lainnya, Fazilla, juga mengutarakan kekecewaannya. “Kalau tak ada bangunan, cantiklah (indah). Tapi sekarang, gambarnya tak bagus karena ada bangunan yang belum siap,” ujarnya.

Fazilla yang mengetahui ikon ini dari media sosial seperti TikTok dan Facebook menyayangkan kondisi tersebut.

BACA JUGA:  Kebijakan Fuel Card 5.0 di Batam Menuai Kritik, Dinilai Tidak Efektif dan Memberatkan Masyarakat

Ia berharap landmark WTB tetap dipertahankan tanpa gangguan visual. “Sayang sekali, padahal orang datang ke sini untuk berfoto,” katanya.

Respons Pemerintah: Landmark Harus Dipertahankan

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Batam, Ardiwinata, menyatakan pihaknya sudah menerima keluhan terkait bangunan yang menutupi ikon WTB.

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pihak terkait secara informal agar landmark tersebut dipertahankan.

“Kami juga merasa terganggu, karena kunjungan wisatawan itu mencari tempat untuk foto dan buat konten menarik. (Kami minta) pihak terkait agar ikon Welcome to Batam dipertahankan, supaya tidak mengurangi arti Batam sebagai kota pariwisata,” tegasnya.

BACA JUGA:  Amsakar Achmad Buka Festival Bunda Tanah Melayu, Dukung Pelestarian Budaya Melayu di Batam

Ikon Simbol Penyambutan Wisatawan

Monumen Welcome to Batam yang berdiri sejak 2010 di Bukit Clara, Batam Center, Tanjung Tering, merupakan simbol penyambutan bagi wisatawan yang datang ke Pulau Batam.

Posisinya strategis, menghadap terminal internasional kapal feri, sehingga menjadi pemandangan pertama yang menyambut para pelancong.

Namun, dengan adanya pembangunan yang menutupi sebagian tulisan, ikon ini berisiko kehilangan daya tariknya sebagai destinasi wisata ikonik.

Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah untuk memastikan keberlangsungan landmark ini sebagai simbol kebanggaan Batam dan daya tarik wisatawan. (dr)