Batam – Semarak peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Batam tahun ini akan diwarnai dengan nuansa religi yang kuat.
Majelis Dzikir Husnul Khotimah (HK) akan menggelar acara bertajuk Batam Bershalawat 2025, sebuah perhelatan keagamaan berskala besar yang memadukan lantunan shalawat massal dengan bazar UMKM, lomba hadrah, dan penampilan grup shalawat ternama.
Acara direncanakan berlangsung pada 20–23 Agustus 2025 di kawasan Ruko Papa Mama, Batam, yang juga merupakan kantor pusat Majlis Dzikir Husnul Khotimah.
Selain sebagai bentuk syukur atas kemerdekaan bangsa, kegiatan ini sekaligus menjadi momen peringatan Milad ke-3 Majelis Dzikir HK.
Menurut Ustazah Hj Rofiah Riski Novi, pendiri dan pimpinan majelis, Batam Bershalawat tahun ini akan menghadirkan Grup Shalawat Az Zahir dari Jakarta yang telah dikenal luas, termasuk hingga Malaysia.
Acara juga akan dimeriahkan oleh lomba hadrah yang diperkirakan diikuti oleh sekitar 50 grup dari berbagai daerah.
“Shalawat adalah jembatan spiritual yang menyatukan kita sebagai bangsa dan umat. Dalam perayaan kemerdekaan ini, kita ingin menghadirkan suasana penuh berkah, doa, dan kebersamaan,” ujar Ustazah Rofiah.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Buralimar, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Wakaf Indonesia Kota Batam, mengungkapkan, panitia menargetkan jumlah pengunjung antara 5.000 hingga 10.000 orang, termasuk dari luar negeri seperti Singapura dan Malaysia.
“Selain agenda religius, kita ingin memberi ruang bagi pelaku usaha mikro. Akan ada 60 hingga 100 tenant UMKM yang ikut serta dalam bazar, menjual aneka produk halal, kuliner, dan kerajinan,” jelas Buralimar.
Panitia menyiapkan gelaran ini dengan standar tinggi, bahkan dengan konsep setara konser profesional, lengkap dengan tata panggung, sound system modern, multimedia, dan promosi lintas platform.
“Kita ingin acara ini menjadi iven religi tahunan yang tak kalah megah dibanding konser musik. Batam punya potensi besar untuk itu,” tegas Buralimar.
Menuju Agenda Religi Tahunan Bertaraf Besar
Lebih jauh, panitia berharap Batam Bershalawat dapat menjadi cikal bakal bagi iven-iven keislaman lain yang lebih terstruktur, seperti Batam Islamic Festival, Ramadhan Fair, dan agenda-agenda kolaboratif lainnya yang melibatkan lebih dari 100 ormas keagamaan di Batam.
“Ini bukan sekadar perayaan. Ini kontribusi spiritual dan sosial untuk pembangunan Batam. Dari lantunan shalawat dan geliat UMKM, kita hadirkan kemeriahan yang bernilai,” tambah Buralimar.
Panitia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Selain sebagai ajang dzikir dan perayaan kemerdekaan, Batam Bershalawat diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat persaudaraan umat serta mendorong pertumbuhan ekonomi umat berbasis kegiatan keagamaan. (ora)






