BATAM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin Hamid, menjadi sorotan setelah kemarahannya saat inspeksi mendadak (sidak) di Daerah Aliran Sungai (DAS) Permata Baloi, Lubuk Baja, viral di media sosial. Insiden yang terjadi pada Minggu (23/3/2025) pagi itu dipicu oleh pernyataan seorang penggiat media sosial yang dianggap merendahkan Pemerintah Kota (Pemkot) Batam.
“Saya mendengar pernyataan yang merendahkan Pemkot Batam. Biasalah kawan kita itu, karena kalau saya diam saja seolah kita ini memang salah,” ujar Jefridin saat dikonfirmasi pada Senin (24/3/2025) sore.
Viralnya video tersebut berawal dari sidak yang dilakukan setelah warga Perumahan Kezia mengeluhkan banjir akibat curah hujan tinggi yang melanda Batam beberapa hari terakhir. Warga menyoroti aktivitas penimbunan di wilayah sungai di belakang perumahan mereka, yang diduga menjadi penyebab banjir.
Jefridin menjelaskan bahwa tujuan kedatangannya adalah untuk mengecek surat Penetapan Lokasi (PL) kawasan sungai di belakang Perumahan Kezia Residence. Ia menegaskan bahwa kawasan tersebut merupakan aset Pemkot Batam dan telah ditetapkan sebagai drainase dengan lebar 50 meter.
“Rencana kami adalah mengembangkan alur sungai dengan lebar 25 meter, sementara 25 meter sisanya akan dibagi menjadi 12,5 meter di kiri dan 12,5 meter di kanan sebagai area inspeksi,” jelasnya.
Proyek untuk Drainase
Terkait pengerjaan penggalian di bagian timur yang menjadi sorotan, Jefridin menegaskan bahwa proyek tersebut murni untuk kepentingan drainase dan bukan kepentingan pribadi. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengganggu milik siapa pun.
“Sebenarnya, proyek ini sudah ada di sana dan sudah diratakan. Kami ke lokasi untuk memverifikasi kebenarannya dan memastikan bahwa daerah itu memang diperuntukkan sebagai daerah aliran sungai,” tambahnya.
Pemkot Batam juga berencana menelusuri pihak-pihak yang diduga melakukan penimbunan ilegal. Jefridin menegaskan bahwa penyelidikan akan dilakukan secara objektif tanpa prasangka.
“Oknum yang menimbun masih dalam penyelidikan. Yang jelas, kami datang untuk menyelesaikan persoalan, bukan mencari kesalahan,” tegasnya.
Pemkot Batam berharap langkah ini dapat mengatasi permasalahan banjir dan menata kembali kawasan DAS Permata Baloi sesuai dengan peruntukannya. (r)






