BATAM – Hujan deras dengan intensitas tinggi terus mengguyur Kota Batam, Kepulauan Riau, sejak Rabu (19/3) dan diperkirakan masih berlanjut hingga Jumat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam mengimbau masyarakat, terutama yang berada di kawasan rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Cuaca ekstrem berpotensi terjadi hingga Jumat. Masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir, tanah longsor, dan angin kencang diimbau untuk siaga, terutama saat hujan lebat,” ujar Prakirawan BMKG, Anissa, Kamis (20/3).
BMKG mencatat curah hujan di Batam sudah masuk kategori ekstrem, dengan intensitas harian lebih dari 150 mm. Cuaca ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) serta keberadaan bibit siklon tropis di selatan Sumatra yang menyebabkan pola belokan angin (shearline) di wilayah Kepulauan Riau.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di seluruh wilayah Batam, Bintan, Tanjungpinang, Karimun, dan Lingga sepanjang hari, serta di Anambas pada pagi hingga sore hari.
Kota Batam menjadi salah satu daerah rawan bencana saat cuaca ekstrem. Pada Januari 2025 lalu, hujan berkepanjangan mengakibatkan tanah longsor di beberapa titik, termasuk di kawasan Tiban yang menelan korban jiwa. Selain itu, banjir juga kerap terjadi akibat curah hujan tinggi, pasang air laut, dan drainase kota yang kurang optimal.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, menghindari daerah rawan longsor, serta mengamankan barang berharga dari potensi banjir. Pemkot Batam bersama instansi terkait diharapkan sigap dalam mengantisipasi dampak buruk dari cuaca ekstrem yang masih berlanjut. (r)






