BATAM – Bundaran Punggur kini resmi berganti nama menjadi Bundaran Raja Hamidah, untuk menghormati tokoh wanita bersejarah Engku Puteri Raja Hamidah.
Meskipun penamaan ini telah diresmikan, pemasangan tiang plang nama belum dilakukan di tiga bundaran lainnya di Batam, yaitu Bundaran Simpang Basecamp, Bundaran Barelang, dan Bundaran Bandara Hang Nadim.
Penamaan bundaran-bundaran ini dianggap penting sebagai simbol dan ikon pembangunan Kota Batam.
“Nama Raja Hamidah diambil untuk mengenang sosoknya yang kuat, teguh, dan berani dalam melawan tipu daya penjajah Belanda dan Inggris demi menjaga simbol kedaulatan kerajaan,” ujar Muhammad Rudi, Kepala BP Batam.
Engku Puteri Raja Hamidah adalah istri Sultan Mahmud Riayat Syah yang memainkan peran besar dalam mempertahankan kerajaan Melayu.
Progres pembangunan Bundaran Raja Hamidah sendiri telah mencapai 87% dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2024. Bundaran ini menjadi penghubung strategis antara Jalan Sudirman dari arah Batam Center menuju Nongsa.
Namun, pembuatan taman dan air mancur di empat bundaran yang direncanakan tidak akan terealisasi dalam masa kepemimpinan Muhammad Rudi.
“Perencanaannya baru sampai tahap fisik. Saya harap pemimpin Batam selanjutnya dapat melanjutkan proyek ini,” ungkap Rudi. Ia juga menyebut bahwa jaringan air dan kabel telah ditanam sebagai fondasi untuk proyek tersebut.
Nama Raja Hamidah menggantikan sebutan lama “Bundaran Punggur” yang populer karena lokasinya menuju Pelabuhan Punggur. Dengan penamaan ini, diharapkan Bundaran Raja Hamidah dapat menjadi simbol sejarah dan kebanggaan masyarakat Batam. (r)






