Batam – Poltracking Indonesia merilis hasil survei terbaru terkait elektabilitas bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam untuk Pilkada 2024. Survei ini dilakukan pada awal September 2024 setelah pendaftaran calon resmi ke KPUD Kota Batam.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, menyatakan bahwa survei lapangan dilaksanakan pada 4-10 September 2024.
“Pengambilan data lapangan dilakukan pada tanggal 4-10 September 2024. Survei ini melibatkan 400 responden dengan margin of error +/- 4.9% dan tingkat kepercayaan 95%. Data survei menjangkau 12 kecamatan di Kota Batam secara proporsional berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024,” jelasnya.
Survei ini juga menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan mempertimbangkan jenis kelamin pemilih. Dilakukan oleh pewawancara terlatih menggunakan aplikasi teknologi.
Hasil survei menunjukkan simulasi head to head antara calon Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Nuryanto. Amsakar unggul dengan elektabilitas 61,7%. Sementara Nuryanto hanya memperoleh 19%.
Untuk simulasi antara calon Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra juga unggul dengan elektabilitas 54,9% dibandingkan Hardi Selamat Hood (20,2%).
Pada simulasi pasangan calon, Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra memperoleh elektabilitas sebesar 64,8%, unggul jauh dari pasangan Nuryanto dan Hardi Selamat Hood yang hanya memperoleh 21,1%.
Poltracking Indonesia juga menyoroti peta sebaran pemilih berdasarkan usia. Di sini pasangan Amsakar-Li Claudia unggul di semua kelompok umur, mulai dari Gen Z hingga Baby Boomers.
Selain itu, survei mengungkapkan bahwa isu yang paling dirasakan masyarakat Batam adalah tingginya harga kebutuhan pokok (44,4%). Diikuti oleh kesulitan lapangan kerja (28,3%).
Survei ini juga menunjukkan bahwa hampir 94% responden mengetahui Pilkada akan diselenggarakan pada November 2024. Sebanyak 75% di antaranya telah mantap dengan pilihan mereka.
Masduri menambahkan, meskipun hasil survei menunjukkan keunggulan pasangan Amsakar-Li Claudia, peta politik masih bisa berubah menjelang hari pemilihan pada 27 November 2024.






