BATAM – Untuk mencegah masuknya virus Human Metapneumovirus (HMPV) yang belakangan merebak di China, pengawasan di Bandara Internasional Hang Nadim, Kota Batam, Kepulauan Riau, mulai diperketat.
Langkah ini diambil oleh manajemen PT Bandara Internasional Batam (BIB) bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Direktur Utama PT BIB, Pikri Ilham Kurniansyah, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah upaya pencegahan untuk melindungi penumpang dan mencegah penyebaran virus.
“Kami tetap memasang hand sanitizer di beberapa titik. Menyediakan klinik kesehatan, ruang observasi atau isolasi. Serta melakukan pengecekan suhu tubuh bagi penumpang yang tiba. Selain itu, kami memasang imbauan kesehatan di area bandara,” jelasnya.
Selain itu, penumpang internasional diwajibkan mengisi aplikasi SATUSEHAT sejak Oktober 2024 sebagai bentuk monitoring.
“Langkah ini membantu memantau kesehatan pelaku perjalanan dari luar negeri,” tambah Pikri.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam belum mendeteksi kasus HMPV di wilayah tersebut. Namun, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menegaskan bahwa langkah antisipasi terus diperkuat mengingat tingginya mobilitas penumpang melalui jalur internasional, baik di pelabuhan maupun bandara.
“Kami belum menemukan kasus HMPV di Batam, tetapi kewaspadaan tetap ditingkatkan. Sosialisasi dan edukasi pencegahan HMPV semakin digencarkan melalui media sosial. Serta pemberitahuan langsung kepada masyarakat, termasuk wisatawan,” ungkap Didi.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dasar. Seperti mencuci tangan secara teratur, memakai masker di kerumunan, dan menjaga jarak.
“Langkah-langkah sederhana ini efektif untuk mencegah penyebaran virus,” katanya.
Dinkes Batam kini bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dalam menyebarluaskan panduan pencegahan HMPV. Menargetkan peningkatan kesadaran publik di tengah ancaman virus yang berpotensi masuk ke wilayah perbatasan. (r)






