BATAM – Calon Wali Kota Batam Nomor Urut 2, Amsakar Achmad, bersama calon Wakil Wali Kota Li Claudia Candra, hadir langsung dalam kampanye di Batu Selicin, Lubuk Baja, Kota Batam, pada Jumat (04/10/2024) sore.
Kehadiran pasangan calon (paslon) dengan jargon “ASLI” ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat setempat.
Turut hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Kepri dari Partai Nasdem Lik Kai, anggota DPRD Kota Batam dari Partai Nasdem Jelvin Tan, Ketua Relawan ASLI M. Nur, serta beberapa tokoh masyarakat lainnya.
Dalam sambutannya, Amsakar Achmad menjelaskan makna di balik jargon “ASLI” yang diusung oleh mereka. “ASLI itu bukan palsu, ASLI itu tidak berpura-pura, alami dan natural,” jelas Amsakar.
Ia menambahkan bahwa dirinya dan Li Claudia memiliki latar belakang yang saling melengkapi. Dirinya berpengalaman di eksekutif dan Li Claudia di legislatif.
“Ini adalah kombinasi antara apa yang diharapkan oleh masyarakat dan apa yang diinginkan oleh pemerintah pusat.”
Amsakar juga menegaskan bahwa paslon ASLI siap merealisasikan program-program prioritas pada tahun 2025. Diantaranya pemberian seragam gratis untuk anak sekolah dan insentif bagi lansia.
Dengan dukungan dari presiden terpilih, Prabowo Subianto, Amsakar yakin akan lebih mudah mengakses dana tambahan dari pusat untuk mempercepat pembangunan Batam.
“Paslon ASLI didukung penuh oleh Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Hal ini memudahkan kami dalam mendorong percepatan pembangunan di Batam,” tambahnya.
Setelah menyampaikan visi dan program, Amsakar juga memberikan panduan kepada masyarakat mengenai cara mencoblos Paslon ASLI di kertas surat suara pada Pilkada 27 November 2024 mendatang.
Sementara itu, Li Claudia Candra menyampaikan bahwa dirinya secara khusus ditugaskan oleh Presiden Terpilih Prabowo Subianto untuk mendampingi Amsakar.
“Pak Prabowo meminta agar kami dapat mensejahterakan seluruh masyarakat Kota Batam,” ujar Li Claudia di hadapan para hadirin.
Di lokasi yang sama, Ketua Relawan ASLI, M. Nur, mengingatkan masyarakat tentang pentingnya memilih pemimpin yang memahami kota Batam secara menyeluruh.
“Batam membutuhkan pemimpin yang tidak hanya paham soal tata kelola pemerintahan, tetapi juga mengerti tentang pendidikan, kesehatan, dan bidang lainnya,” tutup M. Nur. (r)






