BATAM — Sastrawan asal Batam yang masyhur dikenal sebagai Penyair Rumahitam, Tarmizi, memukau ribuan pengunjung saat tampil di panggung utama World Trade Centre (WTC) Kuala Lumpur dalam helatan Pesta Buku Antarabangsa Kuala Lumpur 2025.
Tampil sebagai pembuka dari sejumlah penyair undangan Persatuan Penulis Nasional (PENA) Malaysia, Tarmizi mendapat sambutan meriah usai membacakan sajaknya yang berjudul rumahitam 2019: Membaca Rindu.
Acara yang berlangsung sejak 22 Mei hingga 1 Juni 2025 ini digelar oleh Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP) Malaysia. Sesi pembacaan puisi antarbangsa yang menjadi bagian istimewa dalam perhelatan tersebut, ditaja secara khusus oleh PENA Malaysia.
“Sejak pandemi Covid-19, baru kali ini saya kembali diundang tampil di Kuala Lumpur. Alhamdulillah sambutannya luar biasa. Usai tampil, saya juga mendapat tawaran tampil dalam pentas tunggal di Perak dan Malaka,” ujar Tarmizi saat ditemui wartawan setibanya di Batam, Selasa (3/6), di komunitas seni rumahitam, Sekupang.
Terkait tawaran tersebut, Tarmizi mengaku masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai waktu, tempat, dan teknis penyelenggaraan.
Panggung WTC tahun ini diikuti oleh para penyair dari berbagai negara Asia Tenggara. Selain Tarmizi, Indonesia juga diwakili oleh penyair perempuan Siti Salmah dari Pekanbaru, Riau. Hadir pula Zefri Arif dari Brunei Darussalam, Mahroso Dollah dari Thailand, serta dua penyair asal Singapura, Shamsudin Said dan Ihsan Ali.
Sementara itu, dari tuan rumah Malaysia, tampil para penyair kawakan seperti Sastrawan Negara Dato’ Rahman Shaari, Lim Swee Tin, Sani Sudin, Fazleena Hishamuddin, Adam Buck Lee, Maroof Seman, Airul Affendi, Jack Malik, dan Jasad Bersiong.
“Presiden PENA, Dr Saleeh Rahmad, beberapa kali pernah menyaksikan saya tampil di berbagai panggung. Mungkin itu yang menjadi alasan saya dipilih untuk tampil kali ini,” ungkap Tarmizi.
Pentas penyair antarbangsa ini kembali menegaskan pentingnya pertukaran budaya dan bahasa lewat puisi, sekaligus membuka jalan kolaborasi seni lintas negara yang lebih luas di masa mendatang. (ora)






