Batam
Beranda » Insiden Buaya Lepas, DPRD Kota Batam Sidak Penangkaran PT PJK di Pulau Bulan

Insiden Buaya Lepas, DPRD Kota Batam Sidak Penangkaran PT PJK di Pulau Bulan

Insiden Buaya Lepas, DPRD Kota Batam Sidak Penangkaran PT PJK di Pulau Bulan
DPR Batam sidak penangkaran buaya PT PJK di Pulau Bulan, Batam, Rabu (15/1/2025) (sekretariat dprd batam)

BATAM – Sebanyak 15 anggota DPRD Kota Batam yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD, Aweng Kurniawan, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke penangkaran buaya milik PT Perkasa Jagat Karunia (PJK) di Pulau Bulan, Kelurahan Batu Legong, Kecamatan Bulang, Rabu (15/1/2025).

Sidak ini merespons insiden lepasnya sejumlah buaya yang memicu kekhawatiran masyarakat, terutama para nelayan di sekitar kawasan tersebut.

Rombongan DPRD, yang terdiri dari anggota Komisi I dan Komisi II, disambut pimpinan PT PJK, Toni. Mereka meninjau langsung lokasi kejadian untuk mengidentifikasi penyebab buaya lepas dan mengevaluasi sistem keamanan penangkaran.

BACA JUGA:  Barang Bekas Impor di Batam Jadi Buruan: Pasar Thrifting Semakin Diminati Anak Muda

“Kami ingin memastikan apa yang sebenarnya terjadi dan mengetahui jumlah pasti buaya yang lepas. Kami juga mendesak agar sistem keamanan segera diperbaiki demi keselamatan masyarakat,” ujar Aweng Kurniawan kepada wartawan.

Aweng menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas. Ia meminta PT PJK bertanggung jawab penuh atas dampak yang ditimbulkan, termasuk memperhatikan kemungkinan adanya korban akibat insiden tersebut.

Batam Diuji Krisis Beruntun, Ini Seruan Ketum LAM Batam

Perusahaan Tidak Tahu Banyak Buaya Lepas

“Perusahaan bahkan belum bisa memastikan jumlah buaya yang lepas. Kami mendesak tindakan cepat dan tanggung jawab penuh,” tegasnya.

BACA JUGA:  Dibuka dengan Lantunan Shalawat, Deklarasi Amsakar-Li Claudia Janjikan Air Bersih dan Penanganan Banjir

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Batam, Anwar Anas, menekankan bahwa kunjungan DPRD merupakan wujud tanggung jawab terhadap pengaduan warga.

“Kami hadir untuk menjawab keresahan masyarakat, memastikan keselamatan mereka, dan mencari solusi yang tepat,” katanya.

Senada dengan itu, Mustofa, anggota Komisi I, menyatakan pentingnya tanggung jawab perusahaan dalam menjamin keamanan penangkaran.

“Kami menindaklanjuti keluhan masyarakat. Perusahaan harus memastikan keamanan dan bertanggung jawab atas buaya yang lepas,” ujarnya.

Misteri Blackout Batam: Pagar Listrik Tak Aktif, CCTV Berubah Arah Sebelum Gangguan

Insiden ini menjadi perhatian serius DPRD Kota Batam. Mereka berkomitmen mengawal penyelesaian masalah agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. (r)

BACA JUGA:  Kinerja Kepelabuhanan BP Batam Bertumbuh, Volume Peti Kemas Meningkat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement