BATAM – Kabar duka datang dari Kota Batam. Mantan Wali Kota Batam sekaligus anggota DPR RI Dapil Kepri, Nyat Kadir, tutup usia pada Minggu (1/9/2024). Kepergiannya membawa duka mendalam bagi masyarakat Kepulauan Riau, khususnya di Batam, di mana ia pernah menjabat sebagai Wali Kota dari tahun 2001 hingga 2005.
Dua calon Wali Kota Batam di Pilkada 2024, Amsakar Achmad dan Nuryanto, memiliki kenangan dan kisah tersendiri tentang sosok almarhum Nyat Kadir, yang juga dikenal sebagai Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam.
Amsakar Achmad: Sosok Inspiratif dan Mentor
Amsakar Achmad, yang pernah bekerja di bawah kepemimpinan Nyat Kadir, mengungkapkan betapa besar pengaruh almarhum dalam kariernya di pemerintahan.
Saat Nyat Kadir menjabat Wali Kota Batam, Amsakar menjabat sebagai Pegawai Negeri Sipil di Pemko Batam.
Selama masa itu, Amsakar berpindah jabatan tiga kali, dari Kepala Sub Bagian Perlengkapan hingga Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum.
Salah satu kenangan paling berkesan bagi Amsakar adalah keterlibatannya dalam proyek pengembangan Pulau Rempang, yang pada akhirnya tertunda.
“Pak Nyat bukan hanya seorang tokoh adat dan mantan pejabat nomor satu di Batam, tetapi beliau juga menjadi tempat saya belajar dan berkonsultasi dalam mengambil kebijakan. Dalam 27 tahun berinteraksi, beliau selalu menjadi inspirasi bagi saya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ujar Amsakar dengan penuh rasa hormat.
Nuryanto: Pembimbing yang Bijaksana
Sementara itu, Nuryanto, yang kini menjabat sebagai anggota DPRD Batam, mengenang Nyat Kadir sebagai sosok yang peduli dan sering memberikan nasihat kepada para politisi muda.
Hubungan antara Nuryanto dan Nyat Kadir terjalin erat, terutama karena keduanya sama-sama menjadi wakil rakyat, meski di tingkat yang berbeda. Nyat Kadir di DPR RI dan Nuryanto di DPRD Batam.
“Beliau adalah orang yang baik, penuh kasih sayang terhadap keluarga dan masyarakat Batam. Beberapa kali saya bersilaturahmi dan beliau selalu memberikan nasehat kepada kami, para politisi muda, agar benar-benar bekerja keras dalam menyalurkan aspirasi masyarakat. Beliau juga yang menginisiasi visi Batam sebagai Bandar Dunia yang Madani,” kenang Nuryanto.
Pemakaman dan Penghormatan Terakhir
Nyat Kadir meninggal dunia pada Minggu (1/9/2024) sekitar pukul 14.00 WIB. Jenazahnya tiba di Batam pada Senin (2/9/2024) pagi dan dibawa ke Rumah Duka di daerah Tiban 1.
Setelah dishalatkan di Masjid Baiturrahman Sekupang, jenazah almarhum dimakamkan di TPU Sei Temiang Batam.
Kepergian Nyat Kadir meninggalkan kesedihan mendalam bagi masyarakat Batam dan Kepri, serta kenangan yang tak akan terlupakan bagi mereka yang pernah mengenalnya. (*/dr)






