TANJUNGPINANG – Gubernur terpilih Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menegaskan bahwa dirinya menolak pengadaan mobil dinas baru demi penghematan anggaran daerah. Keputusan tersebut diambil agar anggaran dapat dialihkan untuk program yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
“Saya pakai mobil dinas yang lama saja, sudah cukup dan masih layak pakai,” ujar Ansar di Tanjungpinang, Kepri, Rabu (5/2/2025).
Ansar menjelaskan bahwa kebijakan ini selaras dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang mengamanatkan efisiensi anggaran bagi pemerintah pusat maupun daerah.
Selain menolak pengadaan mobil dinas baru, ia juga memastikan penghematan akan dilakukan pada beberapa pos anggaran lain yang dinilai kurang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Sebagaimana Instruksi Presiden Prabowo, untuk kegiatan perjalanan dinas ASN dipangkas 50 persen demi efisiensi APBD,” tegas Ansar dikutip jpnn.
Penghematan anggaran ini mencakup pemangkasan biaya perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN), pengadaan alat tulis kantor, konsumsi makan-minum, serta pelaksanaan rapat-rapat di hotel.
Sementara itu, terkait persiapan menjelang pelantikannya sebagai Gubernur Kepri periode kedua bersama Wakil Gubernur terpilih, Nyanyang Haris Pratamura, Ansar mengaku tidak memiliki persiapan khusus. Pelantikan dijadwalkan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada 20 Februari 2025.
Ansar bahkan menyatakan bahwa ia akan mengenakan setelan yang sama seperti saat dilantik pada periode pertama.
“Selepas pelantikan, rencananya ada acara syukuran kecil-kecilan saja di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri,” tutupnya. (r)






