Batam
Beranda » Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ungkap 21 Titik Banjir, Pemkot Siapkan Penanganan Bertahap

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ungkap 21 Titik Banjir, Pemkot Siapkan Penanganan Bertahap

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ungkap 21 Titik Banjir, Pemkot Siapkan Penanganan Bertahap
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad sebut ada 21 titik banjir di Batam (ist)

BATAM – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan terdapat 21 titik banjir yang tersebar di Kota Batam. Hal ini berdasarkan peta hasil kajian konsultan yang memetakan daerah rawan banjir di kota tersebut.

Pemerintah Kota Batam berencana menangani persoalan ini secara bertahap untuk meminimalkan dampak pada masyarakat.

“Berdasarkan peta yang saya minta kepada konsultan, terdapat 21 titik banjir di Kota Batam. Hujan kemarin yang cukup lebat kami perkirakan banyak titik banjir yang muncul. Tapi pelan-pelan akan kami selesaikan,” kata Amsakar pada Selasa, 14 Januari 2024.

BACA JUGA:  DPRD dan Pemko Batam Sahkan APBD 2025 Sebesar Rp4,07 Triliun

Menurut Amsakar, konsultan merekomendasikan pemasangan 12 pompa sebagai bagian dari solusi banjir. Namun, biaya penyelesaian untuk satu titik banjir tidaklah kecil, mencapai Rp19 miliar, termasuk penyusunan Detail Engineering Design (DED).

“Kami akan memanfaatkan dana dari APBD untuk menyelesaikan drainase kecil yang berada di kanan dan kiri bahu jalan yang sudah ada,” jelasnya.

Simpang Barelang Bersolek, BP Batam Dorong Hadirnya Landmark Baru Kota

Keluhan Warga dan Langkah Pemerintah

Menanggapi keluhan warga, khususnya di kawasan Batu Aji yang menyebut drainase tidak memadai menjadi penyebab banjir, Amsakar menegaskan bahwa pemerintah terus mencari solusi.

BACA JUGA:  Gerakan Batam Peduli Bencana Sumatera Dimulai, Relawan Galang Dana untuk Korban

“Itu yang sedang kami upayakan agar segera dapat diselesaikan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Batam kini mengutamakan langkah jangka panjang untuk mengatasi banjir, sambil tetap menangani permasalahan yang ada secara bertahap.

Persiapan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

Amsakar juga mengungkapkan bahwa pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batam sedang dalam proses.

Pemekaran organisasi telah dimulai sejak 2024, termasuk perubahan Bapelitbang menjadi Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta Badan Riset Daerah (Brida).

HUT ke-81 RI, PLN Batam Tegaskan Komitmen Melayani dan Melindungi

Selain itu, Pemadam Kebakaran akan dipecah menjadi dua lembaga, yakni Pemadam Kebakaran dan BPBD. Langkah ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) terbaru yang mewajibkan pembentukan BPBD di tingkat daerah.

BACA JUGA:  Bahas Air Bersih Batam, Amsakar dan Li Claudia Temui PT Air Batam Hilir

“Perdanya sudah kami siapkan pada 2024, dan tahun 2025 akan melengkapi itu. Yang jelas, badan itu 2025 jalan, anggaran juga sudah kami siapkan,” kata Amsakar.

Dengan langkah-langkah tersebut, Pemkot Batam berharap dapat mengatasi permasalahan banjir secara terstruktur dan memberikan solusi jangka panjang bagi masyarakat. (r)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement