Berita
Beranda » Jalan Gajah Mada Mulai Mulus, BP Batam Benahi Titik Rawan Genangan

Jalan Gajah Mada Mulai Mulus, BP Batam Benahi Titik Rawan Genangan

BATAM – Perbaikan jalan di kawasan Tiban, Batam, mulai menunjukkan hasil. Dua titik di ruas Jalan Gajah Mada, masing-masing di depan Southlink dan sekitar Jembatan Sei Ladi, telah rampung ditangani. Namun, pekerjaan pembenahan infrastruktur belum sepenuhnya selesai. Di jalur menuju Sei Ladi, badan jalan beton kembali terangkat akibat pergerakan tanah.

Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam program perbaikan jalan yang sedang dijalankan Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Berdasarkan laporan perkembangan pekerjaan hingga 3 Agustus 2026, sebanyak 12 dari 19 pekerjaan perbaikan jalan telah diselesaikan. Sejumlah ruas lainnya masih dalam tahap pengerjaan, pengaspalan, maupun persiapan pelaksanaan.

Perbaikan di Jalan Gajah Mada merupakan bagian dari penanganan titik-titik prioritas yang dinilai rawan mengalami genangan air.

Pekerjaan tidak hanya menyasar permukaan jalan yang rusak, tetapi juga mencakup pembenahan struktur dan penataan drainase.

Maklumat: Jalan Gajah Mada, Jalur Sei Ladi, Depan Hotel Vista, Ditutup Bergilir

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi genangan sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengendara.

BACA JUGA:  Kurban PLN Batam Melonjak Hampir Tiga Kali Lipat, 68 Hewan Disebar ke Masyarakat

Dari Southlink hingga Kawasan Industri

Selain dua titik di Jalan Gajah Mada, pekerjaan yang telah selesai mencakup ruas jalan di atas underpass Jalan Yos Sudarso serta jalan di kawasan Volex.

Sementara itu, perbaikan Jalan Gajah Mada pada segmen Southlink–Universitas Internasional Batam (UIB) masih berlangsung.

Ruas yang mencakup kawasan Pura Agung Amertha Buana hingga Taman Kota tersebut menjadi salah satu pekerjaan yang terus dipantau BP Batam.

Pawai Pembangunan Semarak, BP Batam Pamerkan Inovasi dan Layanan Publik

Pekerjaan lain yang masih berlangsung adalah pengaspalan ulang atau overlay di Jalan RE Martadinata.

Adapun beberapa ruas yang memasuki tahap pengaspalan antara lain kawasan Simpang Bengkong dekat Gogomart dan Kawasan Industri Simpang Taiwan.

BP Batam juga menyiapkan pekerjaan perbaikan di sejumlah lokasi lain, termasuk Kawasan Industri CPO Kabil dan Kawasan Industri Batu Ampar.

BACA JUGA:  Jokowi Minta ASEAN Tangani Masalah Muslim Rohingya di Rakhine State

Namun, penanganan jalan menuju Sei Ladi menghadapi persoalan berbeda. Badan jalan beton yang telah diperbaiki kembali terangkat akibat pergerakan tanah.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan kerusakan jalan pada lokasi tersebut membutuhkan perhatian terhadap stabilitas tanah, bukan hanya perbaikan permukaan jalan.

BP Batam-Ombudsman Pererat Kolaborasi untuk Pembenahan Pelayanan

BP Batam Minta Pengendara Bersabar

Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga BP Batam, Sthefani Barlian, mengatakan perbaikan infrastruktur jalan diarahkan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Perbaikan jalan ini untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses jalan yang lebih aman, nyaman dan mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari,” ujar Sthefani di Batam Centre, Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, BP Batam terus memantau pekerjaan yang belum selesai, terutama pada ruas-ruas yang memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat.

Ia mengakui proses perbaikan dapat menimbulkan gangguan sementara terhadap arus kendaraan.

“Untuk pekerjaan yang masih berjalan, kami mohon dukungan dan kesabaran masyarakat. Kami memahami bahwa proses perbaikan dapat memengaruhi mobilitas, namun seluruh tahapan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur Batam yang semakin baik,” katanya.

BACA JUGA:  Hotline KJRI Ada di Kapal, KSATRIA Siap Bantu 24 Jam

BP Batam menyatakan akan terus mengawal penyelesaian pekerjaan di sejumlah titik prioritas.

Pekerjaan Belum Selesai, Penanganan Genangan Jadi Tantangan

Penanganan jalan di kawasan Tiban memiliki tantangan tersendiri karena beberapa titik kerap mengalami genangan.

Karena itu, pembenahan drainase menjadi bagian dari program perbaikan, bersamaan dengan peningkatan kualitas struktur jalan.

Meski 12 pekerjaan telah dinyatakan selesai berdasarkan laporan awal Agustus, keberhasilan penanganan infrastruktur tersebut masih perlu dilihat dari ketahanan jalan setelah digunakan serta efektivitas drainase ketika hujan turun.

Terutama di ruas menuju Sei Ladi, persoalan pergerakan tanah menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan solusi teknis agar kerusakan tidak terus berulang.

BP Batam berharap pembenahan jaringan jalan tersebut dapat meningkatkan kelancaran mobilitas warga dan mendukung aktivitas ekonomi di kawasan permukiman maupun industri Batam. (dik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement