Perkuat Pengalaman Pelanggan, Telkom Tampilkan OCA Berbasis AI

Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi bersama jajaran Telkom di AI Zone pada DTI-CX 2026. AIcosystem Telkom menghadirkan berbagai solusi berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung efisiensi operasional dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memperkenalkan inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui Omni Communication Assistant (OCA) dalam ajang Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026 baru-baru ini di Jakarta.

OCA menjadi salah satu solusi yang ditonjolkan Telkom dalam AI Zone, salah satu dari tiga zona yang dihadirkan perusahaan dalam ajang tersebut. Dua zona lainnya adalah Digital Transformation Zone dan Cyber Security Zone.

OCA merupakan bagian dari AIcosystem, ekosistem kecerdasan buatan TelkomGroup yang mengintegrasikan berbagai kapabilitas dan solusi berbasis AI. Melalui solusi ini, Telkom menyasar kebutuhan perusahaan untuk mengelola interaksi dengan pelanggan secara lebih terintegrasi, efisien, dan responsif.

BACA JUGA:  Telkom Indonesia Catat Pertumbuhan Positif di 2024, Percepat Implementasi Five Bold Moves

Direktur IT Digital Telkom Faizal Rochmad Djoemadi mengatakan perkembangan AI telah bergeser dari sekadar tren teknologi menjadi salah satu fondasi penting bagi transformasi industri.

Menurut dia, pemanfaatan AI dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat pertumbuhan bisnis, sekaligus membangun pengalaman digital yang lebih responsif dan berorientasi pada pelanggan.

“Salah satu kapabilitas OCA adalah OCA Interaction, yang mengintegrasikan berbagai kanal komunikasi pelanggan dalam satu dasbor. Sistem tersebut juga dilengkapi mekanisme tiket untuk membantu perusahaan mengelola interaksi sekaligus menindaklanjuti persoalan pelanggan secara lebih terstruktur,” papar Faizal.

OCA Interaction dilengkapi sejumlah fitur berbasis AI, antara lain AI Reply, AI Translate, AI Enhance, dan AI Summary. Fitur-fitur tersebut dirancang untuk membantu petugas merespons pelanggan, menerjemahkan percakapan, menyempurnakan respons, serta merangkum interaksi.

BACA JUGA:  Telkom Perkenalkan Automa sebagai Startup Solusi Dekarbonisasi Industri Supply Chain

Selain itu, OCA memiliki OCA Automated Interaction yang menggabungkan teknologi Generative AI dan Agentic AI. Teknologi tersebut memungkinkan asisten virtual tidak hanya memberikan respons, tetapi juga menjalankan proses secara mandiri dan mengambil tindakan berdasarkan alur kerja yang telah ditentukan perusahaan.

Ditambahkan, untuk kebutuhan komunikasi dalam skala besar, Telkom juga menghadirkan OCA Blast. Fitur ini memungkinkan perusahaan mengirimkan pesan secara massal kepada jutaan pelanggan dengan konten yang dapat dipersonalisasi.

“Seluruh kapabilitas tersebut dapat diintegrasikan dengan sistem operasional perusahaan melalui OCA API. Dengan demikian, pemanfaatan OCA dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan proses bisnis masing-masing perusahaan,” kata Faizal lagi.

BACA JUGA:  Apple Sepakati Investasi US$1 Miliar untuk Pabrik AirTag di Batam, Produksi Dimulai 2026

Selain OCA, Telkom memperkenalkan sejumlah solusi lain melalui AI Hub yang merupakan bagian dari inisiatif Telkom AI Center of Excellence (AI CoE). Di antaranya PrivateGPT, Decision Intelligence Platform (DIP), dan AI CCTV Analytics.

Kehadiran berbagai solusi tersebut menunjukkan arah pengembangan Telkom yang tidak hanya menempatkan AI sebagai teknologi pendukung, tetapi sebagai bagian dari ekosistem digital untuk menjawab kebutuhan industri yang semakin dinamis.

Melalui partisipasinya di DTI-CX 2026, Telkom memperkuat posisinya sebagai penyedia kapabilitas digital yang mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, dan kualitas pengalaman pelanggan melalui pemanfaatan teknologi AI. (rls)