Ketika Legenda Timnas Kembali ke Lapangan Batam

BATAM – Nama-nama besar yang pernah mengharumkan sepak bola Indonesia akan kembali menginjak lapangan Batam. Rully Nere, Rahmad Darmawan, Rocky Putiray, Azhari Rangkuti, dan Patar Tambunan dijadwalkan tampil dalam Fun Game Timnas Indonesia Legend menghadapi BP Batam Legend, 23 Agustus 2026 hadapan.

Bukan setakat pertandingan persahabatan, kehadiran para legenda tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan ekosistem sepak bola Batam dari lapisan paling bawah, yakni lapangan usia dini, pembinaan talenta, hingga kompetisi internasional.

Rangkaian kegiatan itu merupakan bagian dari Batam International Football Series 2026 dalam Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026 yang diselenggarakan Badan Pengusahaan (BP) Batam bekerja sama dengan Garuda Yaksa FC Academy. Kegiatan tersebut sekaligus memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam pertandingan tersebut, BP Batam Legend akan diperkuat sejumlah pejabat BP Batam, di antaranya Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Anggota/Deputi Bidang Investasi Fary Djemy Francis, serta Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan Denny Tondano.

BACA JUGA:  Endang Kurnia, Peraih Emas Porwanas, Resmi Pimpin SIWO PWI Kepri

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan kehadiran para legenda Timnas Indonesia diharapkan tidak berhenti sebagai tontonan. Lebih dari itu, para legenda diharapkan menjadi sumber inspirasi bagi anak-anak Batam yang sedang menapaki jalan sebagai pesepak bola.

“Kami ingin anak-anak Batam melihat bahwa mimpi menjadi pesepak bola hebat itu bisa dimulai dari lapangan sederhana, dari kompetisi usia dini dan dari keberanian untuk terus berlatih. Kehadiran para legenda Timnas di Batam mudah-mudahan menjadi inspirasi bahwa mereka juga memiliki kesempatan untuk mencapai level yang lebih tinggi,” ujar Amsakar.

Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang sehat, disiplin, tangguh, dan memiliki semangat kompetitif. Karena itu, BP Batam akan terus mendukung kegiatan yang membuka ruang bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengembangkan potensi mereka.

BACA JUGA:  Digiland Run 2025 Pecahkan Rekor, 12.500 Pelari Ramaikan Ajang Berlabel Dunia

“Grassroots adalah fondasi. Dari sana kita membangun mental bertanding, karakter dan talenta. Ketika kemudian mereka mendapatkan kesempatan berkompetisi di level internasional, maka Batam tidak hanya menjadi tempat lahirnya talenta, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju prestasi,” tambah dia.

Senada, Fary Djemy Francis selaku Ketua Dewan Pembina Panitia Batam Grassroots Festival sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Garuda Yaksa FC Academy mengungkapkan, rangkaian kegiatan tersebut memang dirancang untuk mempertemukan tiga elemen dalam satu ekosistem sepak bola.

“Kita tidak ingin berhenti pada fun game dan nostalgia. Legenda hadir untuk memberi inspirasi, grassroots menjadi fondasi regenerasi, dan pertandingan internasional menjadi jembatan agar anak-anak Batam berani bermimpi menuju panggung yang lebih besar,” kata Fary.

Selain Fun Game Timnas Indonesia Legend vs BP Batam Legend, rangkaian kegiatan juga menghadirkan Batam International Grassroots Football Festival serta International Trofeo yang mempertemukan Geylang International FC Singapura, Indera FC Brunei Darussalam, Garudayaksa FC, dan Batam Premier FC.

BACA JUGA:  Batam Perkuat Citra Kota Ramah Sepeda lewat Perayaan BFB 16

Festival grassroots sebelumnya telah berlangsung di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Mukakuning, dan resmi berakhir pada 9 Agustus 2026. Ajang usia dini tersebut menjadi ruang bagi talenta muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus membuka peluang menuju kompetisi yang lebih tinggi.

Bagi Rully Nere, legenda Timnas Indonesia era 1980-an, proses tersebut merupakan bagian penting dari perjalanan seorang pemain menuju level tertinggi.

“Pemain Timnas tidak lahir secara instan. Mereka tumbuh dari lapangan-lapangan usia dini, dari kompetisi, disiplin dan kesempatan. Karena itu, festival seperti ini penting agar semakin banyak talenta dari Batam mendapatkan panggung dan keberanian untuk bermimpi membela Indonesia,” demikian Rully. (ora)