Batam Headline News
Beranda » Lima Komisioner KPU Batam Diperiksa Bawaslu Terkait Pembatalan Debat Kedua Pilkada

Lima Komisioner KPU Batam Diperiksa Bawaslu Terkait Pembatalan Debat Kedua Pilkada

Lima Komisioner KPU Batam Diperiksa Bawaslu Terkait Pembatalan Debat Kedua Pilkada
Buntut dibatalkannya debat kedua, lima komisioner KPU Batam diperiksa Bawaslu Batam (ilustrasi)
Table of Contents−

BATAM – Lima komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam menjalani pemeriksaan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Batam. Pemeriksaan ini terkait laporan dugaan pelanggaran atas pembatalan debat kedua Pilkada Batam yang sedianya digelar pada Jumat (15/11).

Ketua Bawaslu Batam, Antonius Itoloha Gaho, mengatakan klarifikasi ini dilakukan setelah laporan yang masuk pada Jumat (22/11) diregister oleh pihaknya.

“Hari ini kita melakukan klarifikasi kepada terlapor, yaitu Ketua dan Anggota KPU Batam. Laporan ini sudah diregister dan pelapor serta saksi-saksi juga telah dimintai keterangan,” kata Antonius, Senin (25/11).

BACA JUGA:  Pelanggan Kecewa, Diskon Listrik 50% Tidak Berlaku di Batam, Ini Alasan PLN Batam

Menurutnya, Bawaslu memiliki waktu lima hari sejak laporan diregister untuk memproses dan membuktikan laporan tersebut.

“Prosesnya lima hari. Saat ini sudah berjalan dua hari, sehingga tersisa tiga hari untuk menentukan apakah laporan memenuhi unsur pelanggaran atau tidak,” tambahnya.

Maksimalkan Pasokan Air Warga, Ini Langkah BP Batam

Alasan Pembatalan Debat Kedua

Komisioner KPU Batam, Bosar Hasibuan, yang hadir memenuhi undangan klarifikasi, menjelaskan bahwa pembatalan debat terjadi karena tidak adanya kesepakatan terkait tata tertib debat antara tim pasangan calon (paslon).

“Paslon 01 meminta membawa catatan dan melarang alat elektronik, sementara paslon 02 menghendaki tanpa catatan maupun alat elektronik. Ketidaksepakatan ini, ditambah molornya waktu pelaksanaan hingga dua jam, menjadi alasan kami menghentikan debat,” ujar Bosar.

BACA JUGA:  BP Batam Uji Kelayakan Jembatan 2 Barelang untuk Dukung Pengembangan Rempang dan Galang

Ia juga memastikan bahwa tahapan Pilkada lainnya, seperti distribusi logistik dan penertiban alat peraga kampanye, tetap berjalan lancar meskipun pihaknya harus menghadiri klarifikasi.

Pelapor Berharap Kasus Naik ke Ranah Pidana

Riky Indrakari, pelapor yang juga juru bicara tim Paslon 01 Nuryanto-Hardi Selamat Hood, mengatakan dirinya telah memberikan klarifikasi kepada Bawaslu pada Minggu (24/11).

Danantara Indonesia Tegaskan Komitmen Peningkatan Layanan PLN

“Kami telah menjawab 16 pertanyaan terkait laporan. Kami berharap proses ini dapat dilanjutkan ke ranah pidana pemilu, mengingat adanya dugaan pelanggaran terhadap sejumlah pasal dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2015,” ungkap Riky.

BACA JUGA:  Pasangan Rudi-Rafiq Unggul dalam Survei Pilgub Kepri, Raih Dukungan 47,2 Persen

Bawaslu Batam dijadwalkan menyelesaikan proses klarifikasi dan menentukan langkah selanjutnya dalam waktu tiga hari ke depan. Keputusan ini akan menjadi salah satu penentu dalam menjaga integritas Pilkada Batam 2024.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement