Batam
Beranda » Amsakar: Mahasiswa Batam Harus Kritis dan Bijak di Era Digital

Amsakar: Mahasiswa Batam Harus Kritis dan Bijak di Era Digital

BATAM — Wali Kota Batam, H. Amsakar Achmad, menegaskan bahwa mahasiswa tidak hanya menyandang gelar akademik, tetapi juga memikul tanggung jawab moral dan sosial sebagai agen perubahan.

Hal ini disampaikan Amsakar saat menghadiri kegiatan Pengenalan Keluarga Himpunan Mahasiswa Kota Batam (HMKB) Tanjungpinang periode 2024/2025, Kamis (31/7), di Gedung Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Batam.

Acara tersebut mengangkat tema “Langkah Awal Dalam Harmoni, Tumbuh Bersama Keluarga Madani”, dan menjadi wadah silaturahmi serta pembekalan awal bagi para mahasiswa asal Batam yang akan melanjutkan studi ke luar daerah.

Dalam sambutannya, Amsakar mengingatkan, kehidupan kampus bukan sekadar proses akademik, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kesadaran sosial.

BACA JUGA:  Disnaker Batam Kawal Pembayaran Bonus Hari Raya bagi Pengemudi Ojol

“Mahasiswa itu istimewa karena menyandang gelar ‘maha’. Tapi gelar itu membawa tanggung jawab besar. Kalian adalah calon pemimpin, calon penggerak perubahan,” tegasnya.

Simpang Barelang Bersolek, BP Batam Dorong Hadirnya Landmark Baru Kota

Amsakar juga berbagi kisah perjuangannya semasa kuliah di Universitas Riau. Ia dikenal sebagai mahasiswa berprestasi, pernah meraih Mahasiswa Berprestasi I FISIPOL UNRI, Mahasiswa Berprestasi III tingkat universitas, serta menjuarai berbagai lomba karya tulis ilmiah hingga tingkat nasional.

“Semua itu saya raih karena belajar sungguh-sungguh, jujur, dan bertanggung jawab. Saat ditanya soal skripsi atau disertasi, saya bisa menjawab dengan percaya diri karena saya benar-benar memahaminya,” ujarnya.

BACA JUGA:  BP Batam Kawal Investasi Rp88 Triliun AI Data Centre untuk Transformasi Digital Batam

Selain akademik, Amsakar pernah mengajar tujuh mata kuliah di bidang sosiologi dan komunikasi di sejumlah perguruan tinggi. Pengalaman itu, menurutnya, menegaskan pentingnya kesungguhan dan integritas dalam dunia pendidikan.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk bersikap kritis terhadap berbagai persoalan, termasuk kebijakan pemerintah, asalkan dilakukan secara konstruktif dan berbasis pemahaman.

“Silakan kritis terhadap pemerintah, tidak masalah. Tapi bersikaplah kritis yang sehat dan konstruktif, bukan hanya berdasarkan asumsi,” tegasnya.

HUT ke-81 RI, PLN Batam Tegaskan Komitmen Melayani dan Melindungi

Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, Amsakar mengingatkan agar mahasiswa tidak mudah menyebarkan narasi yang belum dipahami secara utuh.

BACA JUGA:  Batam Fokus pada Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir, Ini Langkahnya

“Belajarlah menyelami isi, bukan hanya menilai dari kulitnya. Kalau belum paham, lebih baik diam daripada menyebarkan informasi keliru,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap mahasiswa Batam. Ia berharap mereka dapat menjaga nama baik daerah dan menjadi generasi yang membawa perubahan positif bagi bangsa.

“Jaga nama baik sebagai mahasiswa, jaga nama Batam, dan jaga bangsa. Saya yakin kalian punya potensi besar untuk menjadi pemimpin masa depan,” demikian Amsakar. (ora)

UKW Akbar PWI Kepri: 41 Peserta Masuk, Berkas Dikebut

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement