BATAM – Ruas Jalan Gajah Mada dari ujung flyover menuju Simpang Lalan Madani bakal diperlebar menjadi enam lajur. Peningkatan kapasitas jalan tersebut diharapkan memperlancar arus kendaraan dan memperkuat konektivitas antarkawasan di Batam.
Namun, pekerjaan masih membutuhkan waktu. Hingga 24 Agustus 2026, progres fisik proyek baru mencapai 39,194 persen. Badan Pengusahaan (BP) Batam kini mendorong percepatan agar pembangunan dapat diselesaikan sesuai rencana.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pekerjaan peningkatan Jalan Gajah Mada terus dipantau melalui evaluasi berkala.
“Kami terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap progres pekerjaan. Langkah percepatan terus didorong agar pelaksanaan kembali sesuai dengan rencana,” kata Amsakar di Batam Centre, sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi BP Batam, Senin (24/8/2026).
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa BP Batam tengah berupaya mengembalikan pelaksanaan pekerjaan ke jalur perencanaan. Namun, dalam keterangannya, BP Batam belum merinci besarnya deviasi antara realisasi fisik dan target progres yang seharusnya dicapai pada periode tersebut.
Dua Jalur, Masing-Masing Tiga Lajur
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menjelaskan bahwa peningkatan Jalan Gajah Mada segmen Landing Point Fly Over–Simpang Lalan Madani akan menambah kapasitas ruas tersebut.
Jalan direncanakan menjadi dua jalur, masing-masing terdiri atas tiga lajur kendaraan.
Dengan konfigurasi itu, kapasitas jalan diharapkan meningkat dan pergerakan kendaraan antarkawasan menjadi lebih lancar.
“Pekerjaan peningkatan jalan Landing Point Fly Over – Simpang Lalan Madani diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarkawasan dan mendukung kelancaran arus lalu lintas di Batam,” ujar Li Claudia.
Pelebaran jalan tersebut menjadi bagian dari upaya BP Batam meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi darat.
Ketersediaan jalan dengan kapasitas memadai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi yang terus berkembang.
Meski demikian, peningkatan jumlah lajur tidak dengan sendirinya menjamin berkurangnya kemacetan. Kelancaran lalu lintas juga dipengaruhi pengaturan persimpangan, kondisi ruas jalan yang terhubung, serta pertumbuhan volume kendaraan.
Amsakar Ingatkan Mutu dan Keselamatan
Amsakar menegaskan, percepatan pekerjaan tidak boleh mengorbankan kualitas konstruksi maupun keselamatan.
Menurutnya, BP Batam berkomitmen menyelesaikan proyek sesuai perencanaan awal dengan tetap memenuhi standar teknis yang ditetapkan.
“Percepatan dilakukan secara terukur tanpa mengabaikan aspek mutu dan keselamatan pekerjaan,” jelasnya.
Pengawasan terhadap pekerjaan menjadi penting karena pembangunan berlangsung pada ruas jalan yang memiliki fungsi konektivitas antarkawasan.
Selain mengejar penyelesaian konstruksi, pelaksanaan pekerjaan juga perlu memperhatikan keselamatan pengguna jalan selama proses pembangunan.
BP Batam menyatakan akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi agar pelaksanaan proyek berjalan sesuai target.
Proyek Infrastruktur Lain Berjalan Bersamaan
Peningkatan Jalan Gajah Mada bukan satu-satunya pekerjaan infrastruktur yang tengah dilaksanakan BP Batam.
Sejumlah program pembangunan dan peningkatan jalan lainnya juga berjalan, bersamaan dengan pekerjaan jembatan, drainase, serta fasilitas terminal domestik.
Seluruh pekerjaan tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas dan mendukung kegiatan ekonomi di Batam.
Bagi masyarakat, penyelesaian proyek Jalan Gajah Mada menjadi penting karena pelebaran ruas tersebut diharapkan memberikan ruang lalu lintas yang lebih memadai.
Namun, dengan progres fisik yang baru mencapai 39,194 persen pada akhir Agustus, masih terdapat sekitar 60,806 persen pekerjaan yang belum terealisasi saat laporan diterbitkan.
BP Batam belum mencantumkan tanggal penyelesaian maupun nilai kontrak proyek dalam siaran pers tersebut.
Karena itu, selain perkembangan fisik, kepastian jadwal penyelesaian dan pengelolaan lalu lintas selama konstruksi menjadi informasi penting yang perlu disampaikan kepada masyarakat. (dik)

Komentar