Olahraga
Beranda » Garuda Yaksa Buka Jalan Pembinaan Sepak Bola, Akademi Satelit Disiapkan

Garuda Yaksa Buka Jalan Pembinaan Sepak Bola, Akademi Satelit Disiapkan

BATAM – Batam tidak ingin hanya menjadi tempat singgah klub-klub sepak bola luar negeri untuk bertanding. Kota ini juga membidik peran lebih besar sebagai tempat lahir dan berkembangnya talenta sepak bola muda. Langkah itu mulai dirintis melalui kerja sama pengembangan akademi satelit Garuda Yaksa di Batam.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Garuda Yaksa Football Academy dan Batam Prime FC, dalam rangkaian penutupan Batam Prime International Football Series 2026 di Ballroom Pacific Hotel, Minggu (23/8/2026) malam.

Penandatanganan dilakukan Chief Operating Officer (COO) Garuda Yaksa Football Academy, Muhammad Rifandy, bersama Manajer Batam Prime FC, Chandra Ng.

Kerja sama itu menjadi salah satu hasil penting dari turnamen internasional yang mempertemukan klub sepak bola Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalam pada 22–23 Agustus 2026.

Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam sekaligus Pembina Batam Prime International Football Series 2026, Fary Djemy Francis, mengatakan pengembangan akademi satelit tersebut diharapkan memperkuat pembinaan pemain muda di Batam.

Klub Singapura dan Brunei Merapat, Batam Ingin Bangkitkan Sepak Bola

“Batam akan menjadi daerah pionir sebagai satelit akademi Garuda Yaksa di Indonesia. Kerja sama ini akan memperkuat pembinaan sepak bola usia dini dan muda, sekaligus meningkatkan kualitas pemain dan pelatih,” jelas Fary.

Dari Turnamen Menuju Pembinaan Berkelanjutan

Kehadiran akademi satelit menjadi langkah lanjutan dari rangkaian kegiatan sepak bola internasional yang digelar di Batam sepanjang Agustus 2026.

Melalui kerja sama tersebut, pemain muda dari Batam dan Kepulauan Riau diharapkan memperoleh kesempatan lebih luas untuk mengembangkan kemampuan serta meniti jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

Tidak hanya menyasar pemain, pengembangan akademi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelatih.

Dua Kampiun Muda Lahir dari Batam Prime

Hal ini penting karena pembinaan sepak bola usia dini membutuhkan sistem latihan, pendampingan, dan kompetisi yang berlangsung secara berkesinambungan.

Meski nota kesepahaman telah ditandatangani, BP Batam belum merinci jadwal operasional akademi satelit, lokasi latihan, jumlah peserta, maupun mekanisme seleksi pemain dalam siaran pers tersebut.

Kepastian mengenai hal-hal itu akan menjadi bagian penting dalam melihat tindak lanjut kerja sama Garuda Yaksa Football Academy dan Batam Prime FC.

Klub Tiga Negara Pererat Hubungan

Batam Prime International Football Series 2026 berlangsung selama dua hari, 22–23 Agustus, dengan melibatkan klub dari Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Ketika Legenda Timnas Kembali ke Lapangan Batam

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup melalui acara makan malam bersama yang diselenggarakan BP Batam di Ballroom Pacific Hotel.

Manajer Geylang International Football Club asal Singapura, Fahmi Rahmat, menyampaikan apresiasi kepada BP Batam dan seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan turnamen.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman bertanding, tetapi juga mempererat hubungan antarklub dari negara-negara peserta.

“Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk berlaga di lapangan, namun juga mengeratkan tali silaturahmi melalui olahraga sepak bola antara Singapura, Brunei Darussalam, dan Indonesia,” ujar Fahmi.

Turnamen ini juga diikuti Indera SC dari Brunei Darussalam serta klub-klub Indonesia, termasuk Garudayaksa dan Batam Prime FC.

Pertemuan tersebut diharapkan membuka peluang kerja sama olahraga yang lebih luas di kawasan regional.

Fary Francis Ingin Turnamen Menjadi Agenda Tetap

Fary berharap Batam Prime International Football Series tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan yang hanya menghadirkan pertandingan.

Menurutnya, penyelenggaraan turnamen harus mampu membangun hubungan jangka panjang antarklub sekaligus mendukung pengembangan sepak bola lokal.

“Selaku Pembina Batam Prime International Football Series 2026, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini, khususnya seluruh tim dari Singapura dan Brunei Darussalam, serta para sponsor yang telah memberikan dukungan,” kata Fary.

Ia berharap kegiatan serupa terus berkembang dengan melibatkan lebih banyak klub dan mitra dari dalam maupun luar negeri.

Selain pembinaan atlet, turnamen sepak bola internasional dinilai memiliki potensi mendukung pariwisata Batam.

Kehadiran pemain, pelatih, ofisial, dan pendukung dari luar daerah dapat membuka peluang bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, serta usaha pariwisata lainnya.

Pengembangan wisata olahraga tersebut sejalan dengan arah kebijakan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, yang ingin memperkuat daya tarik Batam sebagai tujuan kegiatan olahraga internasional. (ora)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×
Exit mobile version