BATAM — Dari sebuah rumah sederhana berukuran 6×12 meter di Batu Aji, Batam, Khayla Catering memulai perjalanan pada 2017. Hampir satu dekade kemudian, perjalanan itu tiba pada sebuah babak baru.
Ahad kemarin (4/10), Khayla Catering resmi memperluas sayap usahanya dengan membuka Dapur Khayla Signature, sebuah rumah makan yang mengusung konsep traditional food dengan sajian khas Nusantara.
Lokasinya berada di Jalan Sriwijaya, Kompleks Puri Buana No. 4 Pelita, Kecamatan Lubuk Baja, persis di seberang Hotel Aston Pelita.
Pembukaan rasmi itu dihadiri sejumlah kolega dan rekan bisnis. Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, turut hadir memberikan dukungan.
“Ini jalur strategis perdagangan Selat Malaka,” kata Amsakar, berseloroh melihat lokasi Dapur Khayla yang berada di salah satu kawasan strategis Kota Batam.
Bagi Refandi Guci, Direktur Dapur Khayla Signature, pembukaan rumah makan tersebut bukanlah sebuah langkah tiba-tiba. Ia merupakan kelanjutan dari perjalanan panjang yang dimulai dari sebuah dapur kecil.
Berawal dari Rumah Sederhana
Pada 2017, Refandi bersama istrinya memulai usaha katering rumahan di Batu Aji. Modalnya sederhana. Sebuah rumah berukuran 6×12 meter dan seorang karyawan yang hingga kini masih dipercaya sebagai kepala koki. Dapur kecil itu kemudian diberi nama Khayla Catering.
“Perjalanan besar dimulai dari langkah kecil,” demikian catatan perjalanan yang dipajang Dapur Khayla dalam rangkaian dokumentasi usahanya. Kunci pertumbuhannya sederhana, yakni kmenjaga rasa, kebersihan, pelayanan, dan kepercayaan.
Dari satu pelanggan yang puas, cerita tentang Khayla Catering menyebar dari mulut ke mulut. Pelanggan bertambah. Pesanan mulai datang dari berbagai kalangan dan institusi di Batam.
Kepercayaan itu kemudian membawa Khayla memasuki fase berikutnya. Pada Januari 2019, disewalah sebuah ruko di kawasan Tunas Regency, Sagulung. Khayla Catering mulai beroperasi secara lebih profesional. Timnya pun berkembang. Dari satu orang karyawan, menjadi delapan orang.
Menjelang penghujung tahun yang sama, pertumbuhan usaha kembali mendorong Khayla Catering menyewa satu ruko lagi, tepat di samping lokasi pertama. Dari dapur rumah, Khayla mulai memiliki ruang usaha yang lebih luas. Dari pelanggan perorangan, kepercayaan juga datang dari sejumlah institusi.
Salah satu pengalaman yang dicatat dalam perjalanan Khayla adalah ketika mereka dipercaya menyiapkan hidangan untuk Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, saat berkunjung ke Batam.
Bukan pekerjaan yang sederhana. Khayla bahkan harus mengikuti prosedur yang ditetapkan tim pusat untuk penyajian makanan dan minuman. Bagi Refandi, pengalaman itu bukan sekadar sebuah pesanan. Itu adalah kepercayaan.
Suasana pembukaan Dapur Khayla Signature di Jalan Sriwijaya, Pelita, Batam, Minggu (4/10/2026). Amsakar Achmad dan para tetamu menikmati hidangan yang disajikan di rumah makan yang mengusung konsep traditional food dengan sajian khas Nusantara tersebut.
Kini, setelah bertahun-tahun membangun fondasi melalui katering, Refandi mengambil langkah berikutnya. Khayla Catering naik kelas menjadi Dapur Khayla Signature. Konsepnya berbeda, tetapi akarnya tetap sama, makanan Nusantara.
Berbagai hidangan disajikan, antara lain rendang, cumi masak hitam, oseng mercon daging, ayam rica kemangi, serta beragam menu lainnya. Untuk makanan ringan, tersedia pula epok-epok, risoles, lumpur labu, klepon, onde-onde, lemper ayam, brownies hingga soes buah.
“Kami ingin memberikan pilihan kuliner yang dapat dinikmati masyarakat Batam maupun wisatawan,” kata Refandi.
Menurut dia, setiap sajian dirancang dengan cita rasa yang dekat dengan lidah masyarakat Indonesia, sekaligus memberikan pengalaman bersantap dalam suasana yang nyaman.
Kehadiran Dapur Khayla Signature juga mendapat sambutan dari kalangan pelaku usaha. Arif Agus Setiawan, pengusaha renovasi rumah di Batam, menilai bertambahnya pilihan kuliner berkualitas dapat ikut memperkuat geliat pariwisata Batam.
Sebagai kota perdagangan, industri dan pariwisata, kata dia, Batam membutuhkan destinasi kuliner yang tidak hanya menawarkan makanan, tetapi juga pengalaman.
“Batam membutuhkan semakin banyak pilihan kuliner berkualitas yang mampu memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat maupun wisatawan,” ujarnya.
Arif menilai Dapur Khayla Signature memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari pilihan makanan Nusantara yang kaya rempah hingga fasilitas pendukung. Salah satunya area parkir yang luas. Fasilitas ini, menurut Arif, menjadi nilai tambah bagi keluarga maupun rombongan wisatawan yang datang menggunakan bus. (ora)

Komentar