Infrastruktur
Beranda » Batam Kebut Pembenahan Jalan dan Drainase, Perkuat Daya Tarik Investasi

Batam Kebut Pembenahan Jalan dan Drainase, Perkuat Daya Tarik Investasi

BATAM – Seiring pertumbuhan investasi dan ekonomi yang menggembirakan, Batam membangun fondasi kota yang lebih tertata melalui penguatan infrastruktur dasar. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan seimbang dengan peningkatan kualitas lingkungan perkotaan.

Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Pemerintah Kota Batam di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra menempatkan penataan kota sebagai agenda prioritas. Infrastruktur dasar yang baik dinilai tidak hanya meningkatkan kenyamanan masyarakat, tetapi juga menjadi indikator penting bagi investor dalam melihat kesiapan daerah untuk berkembang.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program pembangunan infrastruktur 2026. Sebanyak 12 dari 19 pekerjaan perbaikan jalan telah rampung, di antaranya ruas Jalan Gadjah Mada di depan Southlink dan Jalan Yos Sudarso di atas underpass. Pekerjaan peningkatan jalan juga dilakukan di beberapa lokasi, seperti landing point Flyover Sei Ladi menuju Flyover Madani.

Selanjutnya, penanganan 29 titik banjir meliputi peningkatan drainase, pembangunan saluran dan bangunan pelintas, serta pemeliharaan dan normalisasi saluran di sejumlah lokasi strategis. Lokasi tersebut antara lain Melcem Batu Ampar, Simpang Kabil, kawasan Cendana-KDA, Green Nongsa Batu Besar, Kampung Belian, Sei Binti, Sei Lekop, Tiban, Sagulung, dan kawasan industri.

Infrastruktur yang lebih baik diharapkan mampu mengurangi hambatan mobilitas, mengatasi banjir dan genangan, serta mendukung konektivitas kawasan industri dan permukiman.

Maklumat: Jalan Gajah Mada, Jalur Sei Ladi, Depan Hotel Vista, Ditutup Bergilir

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengatakan bahwa pembangunan fisik yang berjalan saat ini merupakan upaya menjawab kebutuhan kota yang terus tumbuh.

“Batam berkembang sangat cepat sebagai pusat industri dan investasi. Karena itu, infrastruktur dasar harus mampu mengimbangi pertumbuhan tersebut agar aktivitas ekonomi berjalan lancar dan masyarakat dapat menikmati lingkungan yang lebih nyaman,” katanya di Batam Centre, Minggu (30/8).

Sebagai salah satu kawasan terpenting di Indonesia, Batam membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai agar aktivitas investasi, logistik, dan mobilitas masyarakat berlangsung lebih efisien. Karena itu, pihaknya terus mendorong percepatan pembangunan jalan dan drainase.

Pada saat yang sama, BP Batam juga mendorong peningkatan kualitas ruang publik melalui penghijauan, salah satunya penempatan dan penanaman bugenvil di sejumlah ruas jalan utama. Program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan wajah Batam yang lebih hijau, bersih, dan estetis.

BP Batam juga tengah menyiapkan penerapan sistem penerangan jalan umum (PJU) melalui teknologi smart integrated PJU. Sistem ini memudahkan pemantauan seluruh titik lampu secara langsung, terutama di ruas jalan utama Kota Batam.

Suplai Air Berangsur Pulih, BP Batam Kebut Penguatan Jaringan dan Distribusi Tangki

Menurut Li Claudia, yang juga menjabat Wakil Wali Kota Batam, daya tarik investasi tidak hanya ditentukan oleh kemudahan berusaha, tetapi juga kualitas lingkungan perkotaan.

“Investor tentu melihat banyak aspek. Selain infrastruktur dan kemudahan investasi, mereka juga memperhatikan bagaimana sebuah kota ditata, kebersihannya, kenyamanan lingkungannya, serta kualitas hidup masyarakatnya,” ujarnya.

Dengan arah pembangunan yang semakin terintegrasi, Batam tidak hanya berkembang sebagai pusat industri dan investasi, tetapi juga bertransformasi menjadi kota modern yang tertata, kompetitif, dan nyaman bagi masyarakat maupun dunia usaha. (rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
×
Exit mobile version