KEPRI – Pemprov Kepri akan melanjutkan program Kepri Terang pada tahun 2025, dengan fokus pada pemerataan akses listrik hingga ke wilayah pelosok.
Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kepri, Darwin, mengungkapkan bahwa PLN telah memulai penggunaan energi baru terbarukan (EBT) melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Tahun ini, sebanyak 10 pulau di Kepri akan mendapatkan PLTS komunal, dan pada 2026, jumlah tersebut akan bertambah menjadi 24 pulau.
Darwin menambahkan, untuk pulau-pulau kecil dengan jumlah penduduk kurang dari 15 kepala keluarga, akan dipasok listrik menggunakan program SuperSun, yang menyediakan listrik tenaga surya dengan skema individual berbasis baterai besar.
“Selain itu, ada 40 pulau yang saat ini hanya mendapatkan pasokan listrik selama 14 jam per hari. Sebanyak 11 di antaranya merupakan ibu kota kecamatan yang akan menjadi prioritas untuk mendapatkan listrik 24 jam,” jelas Darwin.
Dirut PLN Batam, M Irwansyah Putra, mengungkapkan bahwa per Februari 2025, realisasi desa berlistrik PLN di Provinsi Kepri telah mencapai 99,76%.
“Tinggal satu desa lagi yang belum berlistrik PLN, yakni Desa Lalang di Kabupaten Lingga. Desa tersebut sudah masuk dalam roadmap desa berlistrik PLN tahun 2025 bersama 418 desa lainnya,” ujar Irwansyah.
Dari 298 pulau berpenghuni di Kepri, sebanyak 162 pulau telah menikmati listrik PLN. Sementara itu, 136 pulau lainnya masih mengandalkan listrik dari Pemda dan swadaya masyarakat.
“Kami sudah memetakan 136 pulau tersebut untuk dimasukkan dalam roadmap 2024-2027, dengan target 63 pulau pada tahun 2024, serta tambahan 40 pulau pada roadmap 2027,” tambahnya. (r)
