Batam Catat Pertumbuhan Pesat Investasi Asing, Singapura dan Cina Pimpin Investasi di Kuartal III 2024

Batam Catat Pertumbuhan Pesat Investasi Asing, Singapura dan Cina Pimpin Investasi di Kuartal III 2024
Kepala BP Batam Muhammad Rudi meninjau progres Fly Over Sei Ladi, Selasa (24/12/2024) (dok bp batam)

BATAM – Investasi asing di Kota Batam mencatat pertumbuhan signifikan pada kuartal ketiga 2024. Data dari Badan Pengusahaan (BP) Batam menunjukkan Singapura dan Cina sebagai investor terbesar, memperkokoh posisi Batam sebagai salah satu destinasi unggulan investasi di Indonesia.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengungkapkan bahwa Singapura mencatat investasi tertinggi dengan nilai mencapai Rp1,91 triliun, disusul oleh Cina yang menanamkan investasi senilai Rp1,69 triliun.

“Kami bersyukur Batam tetap menjadi tujuan utama investasi. Ini merupakan hasil dari pembenahan infrastruktur pendukung investasi yang terus kami lakukan,” kata Rudi pada Selasa (14/1/2025).

Kontribusi terbesar datang dari sektor industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, serta presisi, optik, dan jam, yang menyumbang investasi senilai Rp1,84 triliun. Selain itu, sektor jasa, perdagangan, konstruksi, serta perumahan dan kawasan industri turut memperkuat pertumbuhan ekonomi Batam.

Rudi memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang menjaga iklim investasi tetap kondusif. “Pertumbuhan investasi ini akan memberikan dampak besar pada ekonomi Batam. Kita harus terus menjaga situasi yang aman dan nyaman agar kegiatan produksi tetap berjalan lancar,” ujarnya.

Target Ambisius

BP Batam menargetkan investasi sebesar Rp115 triliun per tahun selama periode 2025-2030 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Rudi optimistis bahwa Batam dapat terus memimpin sebagai tujuan investasi dengan perencanaan yang matang. Ia menargetkan pertumbuhan ekonomi di Batam bisa kembali melampaui 7,04 persen.

“Dengan pengelolaan yang baik, Batam mampu menjadi contoh kota industri yang memadukan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian budaya,” kata Rudi.

Menurutnya, keragaman budaya di Batam adalah potensi yang dapat meningkatkan pariwisata dan perekonomian daerah.

Rudi menegaskan bahwa pelestarian budaya akan memperkuat identitas Batam dan menarik wisatawan, sekaligus menambah pendapatan asli daerah.

“Budaya yang terjaga mendukung ekonomi, sementara ekonomi yang kuat dapat melestarikan budaya kita,” pungkasnya. (r)

Exit mobile version