BATAM – Dalam dua hari terakhir, BP Batam kembali memfasilitasi pergeseran terhadap 12 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak pembangunan Rempang Eco-City. Penambahan ini menjadikan total warga Rempang yang telah menempati hunian sementara menjadi sebanyak 138 KK.
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, menyatakan bahwa masyarakat yang terdampak mulai membuka diri terhadap pengembangan Kawasan Rempang.
“Sejak awal, BP Batam selalu mengedepankan pendekatan dan komunikasi persuasif. Hal ini pula yang kemudian membuat sebagian besar warga di sana mulai menerima rencana investasi di kampung mereka,” ujar Tuty.
Tuty mengungkapkan bahwa kebanyakan warga yakin proyek strategis Rempang Eco-City memberikan harapan untuk meningkatkan taraf perekonomian mereka. Termasuk terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat tempatan.
“Proyek ini akan memberikan banyak manfaat ekonomi. Selain memiliki hunian baru, peluang kerja bagi masyarakat juga cukup besar apabila rencana investasi ini bisa terealisasi,” tambah Tuty dalam rilis yang diterima kepricek, Kamis (11/7/2024).
Sementara itu, warga Desa Mekar Sari Sembulang, Budi Yansyah, mengapresiasi perhatian pemerintah melalui BP Batam yang telah membantu pergeseran terhadap keluarganya.
Budi menegaskan bahwa tidak ada intervensi ataupun paksaan dari pihak manapun terhadap keputusannya. Dia sendiri mendukung penuh pengembangan proyek Rempang Eco-City.
“Saya sudah tinggal di sini 15 tahun lamanya. Semoga dengan hadirnya proyek ini, ekonomi keluarga kami bisa sejahtera dan menjadikan kampung ini lebih maju,” harap Budi.
Proyek Rempang Eco-City diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat lokal dengan peningkatan fasilitas dan kesempatan kerja yang lebih luas.
BP Batam terus berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap langkah diambil dengan mempertimbangkan kesejahteraan masyarakat terdampak. (*/dr)
