Presiden Prabowo Perkenalkan Sistem E-Katalog 6.0, Solusi Digital untuk Pemerintahan Bersih

Presiden Prabowo Perkenalkan Sistem E-Katalog 6.0, Solusi Digital untuk Pemerintahan Bersih
(Kiri ke Kanan) Deputi Bidang Transformasi Pengadaan Digital LKPP Patria Susantosa, Kepala LKPP Hendrar Prihadi, Direktur Enterprise & Business Service Telkom FM Venusiana R, dan Sekretaris Utama LKPP Iwan Herniwan pada acara Press Conference Peluncuran Katalog Elektronik Versi 6.0 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/12). (foto telkom)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto, secara resmi meluncurkan Katalog Elektronik Versi 6.0 (E-Katalog). Sebuah inovasi sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah yang diinisiasi oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) bekerja sama dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Acara peluncuran ini digelar bersamaan dengan Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2025 di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (10/12).

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, serta Kepala LKPP Hendrar Prihadi. Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, juga turut hadir bersama jajaran direksi Telkom lainnya.

BACA JUGA:  Digiland Run 2024: Telkom Luncurkan Program Pelestarian Lingkungan di HUT ke-59

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya digitalisasi dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.

“Katalog Elektronik Versi 6.0 adalah langkah besar menuju efisiensi dan akuntabilitas. Mulai 1 Januari 2025, seluruh transaksi kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah wajib menggunakan sistem ini,” tegasnya.

Fitur Unggulan dan Manfaat E-Katalog Versi 6.0

Katalog Elektronik Versi 6.0 menghadirkan berbagai fitur inovatif yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengadaan pemerintah.

Sistem ini terintegrasi dari tahap perencanaan hingga pembayaran, dengan keunggulan seperti:

1. Kemudahan Pembayaran bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Koperasi (UMKK).
2. Pemantauan Real-Time untuk mendeteksi potensi penyalahgunaan (fraud).
3. Pengurangan Biaya Administrasi hingga 50%, melalui otomatisasi dan digitalisasi dokumen.
4. Dukungan Produk Dalam Negeri, dengan fitur yang memetakan substitusi produk impor.

BACA JUGA:  Telkom Sabet Penghargaan di Ajang Bergengsi GSMA M360 Berkat Inovasi Pengelolaan Air Berkelanjutan

Menurut Kepala LKPP, Hendrar Prihadi, sistem ini juga memungkinkan masyarakat memantau proses pengadaan secara terbuka, mencakup informasi harga, spesifikasi, dan gambar produk.

“Fitur ini memastikan transparansi dan efektivitas proses pengadaan,” ujarnya.

Dukungan Telkom dalam Digitalisasi Pemerintah

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata dukungan Telkom terhadap digitalisasi sektor pemerintahan.
“Katalog Elektronik Versi 6.0 adalah solusi inovatif untuk menghadirkan efisiensi dan transparansi dalam pengadaan pemerintah. Telkom berkomitmen mendukung ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Ririek.

Arah Baru Menuju Indonesia Emas 2045

Peluncuran E-Katalog Versi 6.0 sejalan dengan misi Asta Cita dan visi besar pemerintah untuk menciptakan Indonesia yang maju dan sejahtera menuju 2045.

BACA JUGA:  DPRD dan Pemprov Kepri Setujui APBD 2025, Defisit Rp200 Juta Diatasi dengan Efisiensi

Dengan sistem ini, pemerintah berharap dapat menghemat anggaran hingga 20%-30% dan menciptakan pengelolaan belanja negara yang lebih strategis.

Transformasi digital ini diharapkan menjadi langkah penting dalam memperkuat kepercayaan publik, meningkatkan efisiensi birokrasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. (r)