BATAM – Partisipasi pemilih pada Pilkada Kepulauan Riau (Kepri) 2024 tercatat hanya mencapai 54 persen, jauh di bawah target Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebesar 83 persen dan menurun drastis dari partisipasi pada Pilkada sebelumnya yang mencapai 77 persen.
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kepri, Lagat Siadari, menyampaikan kritik tajam terkait rendahnya partisipasi ini. Menurutnya, penyelenggara pemilu, yakni KPU dan Bawaslu, serta pemerintah daerah, kurang maksimal dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
“Bahkan di Kota Batam, partisipasi pemilih hanya sekitar 46 persen, di bawah 50 persen,” kata Lagat di Tanjungpinang, Rabu (11/12/2024).
Masalah Sosialisasi dan Distribusi Undangan Memilih
Lagat mengungkapkan, banyak masyarakat yang mengeluhkan tidak menerima formulir C6 atau undangan memilih. Minimnya peran RT/RW dalam menggerakkan warga untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS) juga disebut menjadi faktor utama rendahnya partisipasi.
“Apakah ini disengaja untuk memperkecil partisipasi, kami tidak tahu. Yang jelas, ini perlu dievaluasi bersama,” ujarnya.
Lagat menolak anggapan bahwa hujan saat pemungutan suara menjadi alasan utama. “Dari pantauan kami, TPS sudah sepi sejak pagi, bahkan ada TPS yang hanya didatangi 30-40 persen pemilih,” tegasnya.
Dampak Rendahnya Partisipasi
Lagat menekankan, rendahnya partisipasi pemilih dapat memengaruhi legitimasi pasangan calon terpilih. “Partisipasi yang rendah dapat menciptakan persepsi bahwa pemimpin terpilih tidak mendapat dukungan mayoritas. Ini bisa melemahkan legitimasi mereka dalam menjalankan kebijakan,” katanya.
KPU Akui Penurunan dan Janji Evaluasi
Ketua KPU Kepri, Indrawan Susilo Prabowoadi, mengakui adanya penurunan partisipasi pemilih dan berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh.
“Partisipasi Pilkada 2024 sebesar 54 persen, turun dari 77 persen pada Pilkada 2019. Kami akan mengevaluasi berbagai aspek untuk meningkatkan partisipasi pada pemilu mendatang,” kata Indrawan.
Indrawan juga mencatat bahwa partisipasi tertinggi tercapai di Kabupaten Natuna sebesar 83,9 persen, sedangkan partisipasi terendah berada di Kota Batam dengan hanya 49 persen.
Pasangan Ansar-Nyanyang Menang Pilkada Kepri
KPU menetapkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri nomor urut 01, Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris Pratamura, sebagai pemenang Pilkada 2024. Pasangan ini meraih 450.109 suara, mengungguli pasangan nomor urut 02, Muhammad Rudi dan Aunur Rafiq, yang memperoleh 367.367 suara.
Total daftar pemilih tetap (DPT) Pilkada Kepri 2024 berjumlah 1.559.727 orang. Namun, sekitar 717.000 orang tidak menggunakan hak pilihnya, masuk dalam kategori golongan putih (golput).
Dengan angka partisipasi yang rendah, berbagai pihak menyerukan evaluasi terhadap pelaksanaan Pilkada, terutama dalam hal sosialisasi, distribusi undangan memilih, dan peran aktif pemangku kepentingan di daerah. (r)






