BATAM — Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS). Masyarakat dan pelaku usaha di Batam pun diajak aktif berpartisipasi dengan memberikan data yang benar dan sesuai dengan kondisi usaha.
Sensus Ekonomi 2026 diharapkan dapat menghasilkan gambaran yang lebih utuh mengenai aktivitas dan kondisi perekonomian di Batam. Data tersebut menjadi salah satu pijakan penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan dan merancang pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengimbau masyarakat Kota Batam tidak ragu menerima petugas Sensus Ekonomi 2026 yang melakukan pendataan.
Ia memastikan masyarakat memiliki dasar hukum untuk merasa aman dalam memberikan informasi kepada petugas sensus.
“Tidak perlu khawatir untuk memberikan data kepada petugas. Kerahasiaan data responden telah diatur dalam Undang-Undang. Data yang diberikan digunakan untuk kepentingan statistik dan penyusunan kebijakan,” kata Ariastuty dalam keterangannya, Senin (10/8).
Jaminan kerahasiaan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Pasal 21 menyebutkan penyelenggara kegiatan statistik wajib menjamin kerahasiaan keterangan yang diperoleh dari responden. Ketentuan serupa juga berlaku bagi petugas statistik sebagaimana diatur dalam Pasal 24.
Karena itu, Ariastuty meminta masyarakat dan pelaku usaha tidak menutup diri ketika petugas datang melakukan pendataan.
Menurut dia, kelengkapan dan akurasi data akan membantu pemerintah melihat kondisi perekonomian Batam secara lebih utuh.
“Data yang lengkap akan membantu melihat kondisi Batam secara lebih utuh,” ujarnya.
Bagi pemerintah, data tersebut dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan dan menentukan prioritas pembangunan. Sementara bagi pelaku usaha, data ekonomi dapat membantu membaca kondisi pasar, mengidentifikasi peluang investasi, dan menyusun strategi pengembangan usaha.
Data untuk Membaca Ekonomi Batam
Sensus Ekonomi merupakan program pendataan ekonomi terbesar yang dilaksanakan BPS setiap 10 tahun. Pendataan ini bertujuan menyediakan data dasar mengenai berbagai kegiatan ekonomi sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan.
Pada 2026, pelaksanaan Sensus Ekonomi berlangsung mulai Mei hingga Agustus. Pendataan dilakukan melalui dua tahapan, yakni pengisian kuesioner Sensus Ekonomi 2026 dan pendataan lapangan secara door to door.
Bagi Batam, sensus tersebut memiliki arti penting. Sebagai kawasan industri dan perdagangan dengan aktivitas ekonomi yang dinamis, ketersediaan data mengenai pelaku dan kegiatan usaha diperlukan untuk membaca perkembangan ekonomi secara lebih akurat.
Karena itu, BP Batam menilai partisipasi masyarakat dan pelaku usaha menjadi bagian penting dari keberhasilan Sensus Ekonomi 2026.
Ariastuty mengatakan kualitas hasil sensus sangat bergantung pada kesediaan responden memberikan informasi yang benar dan lengkap.
“Partisipasi masyarakat sangat penting. Semakin lengkap dan akurat data yang diperoleh, semakin baik pula dasar yang kita miliki untuk menentukan arah pembangunan Batam,” demikian Ariastuty. (rls)
