Barang Bekas Impor di Batam Jadi Buruan: Pasar Thrifting Semakin Diminati Anak Muda

Barang Bekas Impor di Batam Jadi Buruan: Pasar Thrifting Semakin Diminati Anak Muda
Pasar Seken atau Thrifing d Batam makin banyak diminati kaum muda dan wisatawan di Batam (ilustrasi)

BATAM – Kota Batam, Kepulauan Riau, yang terletak di perbatasan Indonesia, telah lama menjadi pintu masuk utama bagi barang-barang impor, termasuk barang bekas. Pasar barang bekas di Batam semakin berkembang dan kini menjadi surga bagi para pemburu barang thrifting, terutama di kalangan anak muda.

Mulai dari pakaian, sepatu, hingga peralatan rumah tangga, barang-barang bekas ini menawarkan alternatif berbelanja dengan harga yang lebih terjangkau.

Pasar-pasar seperti Pasar Jodoh, Taman Raya Square (Taras)dan Aviari, misalnya, dikenal ramai dikunjungi pembeli. Menurut Reza, salah satu pedagang, tren pembeli barang bekas telah bergeser.

BACA JUGA:  Rudi-Rafiq Unggul di TPS 017 Rosedale, Raih 189 Suara

“Dulu kebanyakan ibu-ibu yang belanja. Tapi sekarang banyak anak muda yang datang dan menghabiskan waktu berjam-jam mencari barang berkualitas,” ujarnya.

Ica, seorang pembeli setia, mengaku berbelanja thrifting merupakan hobinya.

“Dengan harga mulai dari Rp 10 ribu, saya bisa habiskan waktu berjam-jam memilih barang. Rasanya puas menemukan baju yang bagus di antara tumpukan,” jelasnya.

Pasar-pasar seperti Pasar Sengkuang Batu Ampar dan Pasar Aviari Batu Aji terkenal sebagai tempat berburu barang bekas berkualitas. Mulai dari perlengkapan elektronik hingga produk fesyen ternama.

Rinaldi, salah satu pedagang, menjual barang-barang ini dengan harga bervariasi. Dimulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 100 ribu per potong.

Namun, barang-barang bekas impor ini juga menjadi perhatian pihak Bea Cukai Batam. Bea Cukai Batam, menyatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk mengatasi penyelundupan barang bekas yang masuk melalui pelabuhan-pelabuhan tikus.

BACA JUGA:  Jelang Pilkada, Pemko Batam Ingatkan Bahaya Isu SARA bagi Iklim Investasi

Meski demikian, permintaan akan barang-barang bekas impor di Batam terus meningkat, terutama karena harga yang jauh lebih murah dibandingkan barang baru, serta merek-merek ternama yang menjadi daya tarik utama bagi pembeli lokal. (r)