BATAM – Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Haji Muhammad Rudi, secara resmi menyambut kedatangan wisatawan mancanegara pertama tahun 2025 di Pelabuhan Internasional Batam Centre, Rabu (1/1/2025).
Dalam acara tersebut, Wali Kota Rudi bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Batam Jefridin secara simbolis mengalungi bunga kepada wisatawan asal Singapura.
Dalam sambutannya, Rudi menegaskan pentingnya Batam sebagai salah satu destinasi utama wisatawan, khususnya dari Singapura dan Malaysia, yang memiliki hubungan budaya, sosial, dan historis dengan kota ini.
“Saya berharap Batam semakin menunjukkan wajah yang baik dan menarik sehingga menjadi kota yang paling banyak dikunjungi wisatawan mancanegara,” ujar Rudi.
Fasilitas Pelabuhan Modern
Rudi menambahkan bahwa fasilitas pelabuhan dan pelayanan prima menjadi kunci penting untuk menarik wisatawan. Pelabuhan internasional, sebagai pintu gerbang utama Batam, harus selalu tampil modern, rapi, dan memberikan pengalaman terbaik kepada para pengunjung.
Ia juga mengapresiasi kinerja PT Metro Nusantara Bahari, yang sejak Agustus 2024 mengelola Pelabuhan Internasional Batam Centre.
“Pelabuhan tertata rapi, fasilitas memadai, petugas yang ramah, serta peralatan yang canggih. Ini sangat mendukung pelayanan,” ungkap Rudi.
Sekda Batam, Jefridin, turut menekankan pentingnya Pelabuhan Internasional Batam Centre sebagai pelabuhan tersibuk di Batam. Ia optimis bahwa peningkatan kualitas fasilitas dan pelayanan akan menarik lebih banyak wisatawan.
“Mudah-mudahan tahun ini semakin banyak wisatawan datang ke Batam, sehingga pendapatan dan perekonomian masyarakat meningkat,” ujarnya.
Direktur Utama PT Metro Nusantara Bahari, Victor Pujianto, menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pelayanan di pelabuhan.
Renovasi besar-besaran sedang dilakukan, mulai dari lantai 1 hingga lantai 3 bangunan pelabuhan. Tahap pertama renovasi di lantai 3 akan dimulai bulan ini, sementara sisanya akan dilanjutkan sepanjang tahun 2025.
Selain itu, Victor mengungkapkan penambahan lima unit fasilitas pintu otomatis (autogate) untuk layanan keimigrasian.
“Autogate ini akan mempercepat proses kedatangan, sehingga setiap penumpang hanya membutuhkan waktu 15-20 detik untuk pemindaian biodata paspor dan wajah hingga pintu terbuka,” jelasnya.
Dengan berbagai pembenahan ini, Rudi dan seluruh pihak terkait optimis Batam akan semakin diminati sebagai destinasi wisata internasional, memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian kota. (r)






